Dampak Cuaca Ekstrem di Gaza, 25 Warga Meninggal Sejak Awal Desember 2025

1 January 2026, 11:04.

Gelombang badai menerjang tenda-tenda di pesisir Gaza. Sementara hujan deras dan kenaikan air laut memperparah kesulitan muhajirin Palestina di bawah blokade dan pembatasan bantuan, 29 Desember 2025. [Mahmoud Abu Hamda – Anadolu Agency]

GAZA (Middle East Monitor) – Sedikitnya 25 warga Palestina, termasuk enam anak-anak, meninggal dunia di wilayah Gaza akibat kondisi cuaca ekstrem sejak awal Desember 2025.

Tim Pertahanan Sipil dan SAR mengatakan wilayah Gaza mengalami cuaca ekstrem bulan ini; ditandai dengan curah hujan lebat, angin kencang, dan hawa dingin menggigit, yang belum pernah terjadi di wilayah tersebut pada tahun-tahun sebelumnya.

Mereka mengatakan 18 bangunan tempat tinggal yang telah rusak akibat serangan udara penjajah ‘Israel’ sebelumnya runtuh sepenuhnya selama badai dan hujan.

Sebanyak 110 bangunan lainnya mengalami kerusakan sebagian yang parah, yang mengancam nyawa ribuan penduduk yang tinggal di dalam atau di dekat bangunan tersebut.

Tim SAR juga melaporkan bahwa sekira 90 persen tenda yang menampung keluarga muhajirin diterbangkan angin atau terendam banjir akibat hujan lebat dan angin kencang di berbagai bagian wilayah Gaza.

Akibatnya, ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal sementara mereka beserta sedikit barang-barang yang tersisa, termasuk pakaian, selimut, dan Kasur, yang semakin memperberat situasi kemanusiaan di Gaza.

Para petugas memperingatkan bahwa kondisi cuaca ekstrem, dikombinasikan dengan kerusakan dan pengungsian yang meluas, terus menempatkan warga sipil dalam risiko besar. 

Terutama anak-anak, lansia, dan mereka yang tinggal di bangunan yang rusak atau tempat penampungan sementara. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Muhajirin Suriah di Yordania Pilih Kembali ke Tanah Air, Tercatat 177 Ribu dalam Setahun 
Dua Tahun Agresi Genosida, 32% Pemukim Ilegal ‘Israel’ Alami Gangguan Kesehatan Mental »