Hamas Desak Tekanan Internasional atas Penahanan Jenazah Palestina
30 January 2026, 13:19.

Tim Palang Merah menyerahkan jenazah 30 warga Palestina yang ditahan oleh serdadu penjajah ‘Israel’ dari berbagai wilayah Gaza dan diserahkan sebagai bagian dari kesepakatan gencatan senjata ke Rumah Sakit Nasser di Khan Yunis, Gaza, pada 30 Oktober 2025. [Abdallah F.s. Alattar – Anadolu Agency]
GAZA (Middle East Monitor) – Hamas mengatakan penjajah zionis ‘Israel’ terus menahan jenazah ratusan warga Palestina dan menghalangi evakuasi ribuan warga yang masih hilang di wilayah Gaza.
Selasa (27/1/2026) malam, Hamas menyebut praktik tersebut sebagai kejahatan keji yang terus berlangsung di tengah kebungkaman dunia internasional.
Hamas mengungkapkan bahwa penjajah ‘Israel’ menyita dan menahan jenazah warga Palestina yang gugur selama agresi genosida di Gaza. Termasuk jenazah yang telah disimpan selama puluhan tahun di lokasi yang dikenal sebagai “kuburan bernomor”.
Penjajah ‘Israel’ menolak mengembalikan jenazah tersebut kepada keluarga atau memberikan informasi jelas mengenai keberadaan mereka.
Hamas juga menyoroti kondisi keluarga di Gaza yang hingga kini masih menunggu kepastian nasib hampir 10 ribu warga yang dilaporkan hilang; yang diduga terkubur di bawah reruntuhan bangunan akibat pengeboman ‘Israel’ selama dua tahun terakhir.
Situasi ini, menurut Hamas, semakin parah akibat kekurangan alat berat dan peralatan teknis yang dibutuhkan untuk mengevakuasi jenazah.
Hamas menyebut penjajah sengaja mencegah masuknya peralatan tersebut ke Gaza sehingga menghambat upaya pemulihan dan pemakaman yang layak.
Hamas mengkritik tajam standar ganda internasional, yang lebih memberi perhatian pada evakuasi mayat serdadu ‘Israel’, tetapi terus mengabaikan ribuan keluarga Palestina.
Hamas mendesak tekanan internasional segera agar penjajah ‘Israel’ melepaskan jenazah yang ditahan, membuka kembali pelintasan Rafah, dan meloloskan masuknya alat berat untuk mengevakuasi jenazah yang masih terkubur. (Middle East Monitor)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
