Pelintasan Rafah Masih Ditutup, 30 Ribu Warga Palestina Terhambat Pulang ke Gaza 

1 February 2026, 10:49.

Warga Palestina memasuki Gaza melalui pelintasan Rafah seiring dimulainya pertukaran tawanan dan bantuan kemanusiaan dalam jeda kemanusiaan empat hari antara ‘Israel’ dan Hamas, 24 November 2023. [Abed Rahim Khatib – Anadolu Agency]

GAZA (Middle East Monitor) – Sedikitnya 30 ribu warga Palestina telah mendaftar di Kedutaan Besar Palestina di Kairo dan kini menunggu pembukaan kembali pelintasan Rafah untuk dapat pulang ke Gaza.

Associated Press melaporkan, seorang pejabat kedutaan—yang berbicara secara anonim—menyebutkan bahwa mekanisme pembukaan pelintasan masih dalam tahap pembahasan.

Menurut laporan yang sama, sumber zionis ‘Israel’ mengatakan bahwa Mesir akan menyerahkan daftar nama harian kepada ‘Israel’ untuk disaring dan diputuskan kelayakannya.

Proses ini menegaskan bahwa kepulangan ribuan warga Palestina tetap berada di bawah kendali ketat zionis.

Pejabat kedutaan Palestina tersebut menyebut COGAT akan mengangkut warga Palestina menggunakan bus menuju dan dari pelintasan Rafah.

Meski demikian, tidak akan ada serdadu zionis yang ditempatkan langsung di pos perbatasan.

Namun, setiap warga Palestina yang masuk atau keluar Gaza tetap akan menjalani pemeriksaan zionis di dalam wilayah Gaza.

Prosedur serupa sebelumnya dilakukan oleh serdadu ‘Israel’ dan kontraktor swasta Amerika; gembong zionis Netanyahu menegaskan bahwa pemeriksaan tersebut bersifat penuh dan wajib. 

Pengelolaan pelintasan Rafah nantinya akan ditangani oleh petugas Misi Bantuan Perbatasan Uni Eropa bersama Otoritas Palestina.  

Seorang pejabat Palestina menyebut petugas polisi berpakaian sipil akan menstempel paspor. Pola semacam ini sempat diterapkan saat gencatan senjata singkat awal 2025 dan sebelum Hamas memimpin Gaza pada 2007. (Middle East Monitor)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« 9,5 Juta Warga Sudan Terpaksa Mengungsi: Krisis Kian Mengkhawatirkan, Anak-Anak Paling Terdampak