Belasan Anak Gaza Meninggal Selama Musim Dingin, Kebutuhan Tempat Tinggal Layak Kian Mendesak

1 February 2026, 13:44.

Penjajah zionis membunuh lebih dari 71.600 warga Palestina, sebagian besar perempuan dan anak-anak, serta melukai 171.400 orang lainnya dalam genosida di Gaza sejak Oktober 2023. Foto: AP 

GAZA (TRT World) – PBB memperingatkan bahwa musim dingin di wilayah Gaza yang terkepung kian mematikan.

Sedikitnya 11 anak dilaporkan meninggal akibat hipotermia, mendorong PBB kembali menyerukan pencabutan pembatasan ‘Israel’ terhadap operasi kemanusiaan di wilayah tersebut.

Juru Bicara PBB Farhan Haq, mengutip Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA), mengatakan bahwa keluarga-keluarga di Gaza terus menghadapi kondisi musim dingin yang sangat keras.

Ia mengonfirmasikan bahwa seorang anak kembali meninggal akibat hipotermia pada Selasa (27/1/2026), menjadikannya korban ke-11 sejak awal musim dingin, berdasarkan data Kementerian Kesehatan Gaza.

Sejak Oktober, PBB dan mitra kemanusiaannya telah mendistribusikan ribuan tenda. Namun, Haq menegaskan bahwa tenda hanya memberikan perlindungan terbatas, terutama saat hujan dan suhu dingin ekstrem.

PBB, kata Haq, terus mendesak penyediaan solusi tempat tinggal yang lebih layak dan tahan lama untuk mengurangi ketergantungan pada tenda darurat.

Tanpa perbaikan hunian, warga Gaza—terutama anak-anak—tetap terpapar risiko kesehatan yang mengancam jiwa.

Haq juga memperingatkan bahwa akses pangan masih rapuh. Meski terdapat sedikit perbaikan konsumsi pangan bulan ini, ia menekankan bahwa aliran bantuan dan pasokan komersial harus dipertahankan dan diperluas.

Upaya penanganan kekurangan gizi, tambahnya, telah diperluas melalui puluhan fasilitas yang didirikan sejak gencatan senjata. 

PBB kembali menuntut agar pembatasan aktivitas kemanusiaan dicabut, termasuk larangan yang diberlakukan terhadap UNRWA. 

PBB juga mendesak ‘Israel’ membiarkan mitra kemanusiaan beroperasi tanpa hambatan di seluruh Gaza dan Tepi Barat, termasuk wilayah timur Baitul Maqdis.  

Seruan ini muncul di tengah fakta bahwa sejak Oktober 2023, lebih dari 71.600 warga Palestina—sebagian besar perempuan dan anak-anak—telah tewas, 171.400 lainnya terluka, dan hampir seluruh penduduk Gaza terpaksa mengungsi akibat kehancuran luas di wilayah tersebut. (TRT World)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kementerian Kesehatan Palestina Sebut Donor Organ ‘Israel’ Penuh Kejanggalan, Desak Penyelidikan Internasional 
Pemukim Ilegal ‘Israel’ Usir Paksa Warga Palestina dari Rumah Mereka di Dekat Ariha »