Hamas Mengecam Keras Praktik-Praktik Kekerasan Penjajah di Pelintasan Rafah

5 February 2026, 20:27.

Foto: PIC

GAZA (PIC) – Hamas mengecam keras penjajah zionis ‘Israel’ atas perlakuan buruk terhadap penumpang Palestina yang memasuki wilayah Gaza melalui pelintasan Rafah pada hari Senin (2/2/2026).

Para warga yang kembali, khususnya perempuan dan anak-anak, menjadi sasaran perlakuan buruk dan pemerasan yang disengaja oleh serdadu zionis [di pelintasan].

“Termasuk interogasi paksa, penutupan mata, penahanan berkepanjangan, ancaman terhadap anak-anak mereka, serta upaya memaksa mereka untuk bekerja sama,” demikian pernyataan Hamas pada hari Selasa (3/2/2026).

Menurut Hamas, praktik tersebut tidak dapat dianggap sebagai prosedur perjalanan normal.

Sebaliknya, tindakan itu dinilai sebagai pelanggaran sistematis dan merendahkan martabat manusia yang bertujuan menebar ketakutan, serta mencegah warga Palestina untuk kembali menetap di wilayah Gaza. 

Hamas mendesak organisasi hak asasi manusia (HAM) internasional agar segera mendokumentasikan pelanggaran serius tersebut dan menempuh jalur hukum guna meminta pertanggungjawaban para gembong zionis ‘Israel’ di pengadilan internasional maupun domestik. 

Selain itu, Hamas menyerukan kepada para mediator dan pihak penjamin perjanjian gencatan senjata untuk segera bertindak menghentikan praktik-praktik tersebut.  

Mereka juga mendesak tekanan internasional agar penjajah ‘Israel’ membuka kembali pelintasan Rafah secara normal dan tanpa pembatasan. (PIC)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« 18.500 Pasien Membutuhkan Perawatan Medis Khusus yang Tidak Tersedia di Gaza
Krisis Bahan Bakar, Kendaraan Pertahanan Sipil Gaza Berhenti Beroperasi »