Erdogan Peringatkan SDF: “Jangan Ganggu Kesepakatan dengan Pemerintah Suriah!”
6 February 2026, 10:24.

Presiden Turkiye Recep Tayyip Erdogan menghadiri konferensi pers setelah memimpin rapat Kabinet Presiden di Kompleks Kepresidenan di Ankara, Turkiye pada 2 Februari 2026. [Mehmet Ali Özcan – Anadolu Agency]
TURKIYE (Middle East Monitor) – Presiden Turkiye, Recep Tayyip Erdogan, memperingatkan Pasukan Demokratik Suriah (SDF) agar tidak mengganggu kesepakatan yang telah dicapai dengan pemerintah Suriah pada Januari lalu.
Erdogan menegaskan bahwa setiap upaya untuk menggagalkan kesepakatan tersebut tidak akan ditoleransi oleh Ankara.
Peringatan itu disampaikan Erdogan, Senin (2/2/2026), dalam pidato usai memimpin rapat kabinet di Kompleks Kepresidenan, Ankara. Ia menyoroti perkembangan terkini yang dinilai membuka peluang baru bagi stabilitas Suriah.
Merujuk pada kesepakatan antara Damaskus dan SDF—yang oleh Turkiye disebut sebagai sayap bersenjata YPG—Erdogan menyatakan bahwa kesepakatan tersebut menandai babak baru bagi rakyat Suriah.
“Siapa pun yang mencoba mengganggu kesepakatan itu, akan terkubur di bawah reruntuhannya,” ujarnya.
Erdogan menegaskan Turkiye akan berdiri tegas melawan pihak-pihak yang memanfaatkan pertumpahan darah, memicu konflik, mengeksploitasi ketegangan, dan mengabaikan nyawa manusia.
Menurutnya, praktik-praktik semacam itu hanya memperpanjang penderitaan di kawasan.
Ia menambahkan bahwa Ankara mendukung perdamaian, stabilitas, dan kohesi sosial di kawasan, seraya menegaskan Turkiye tidak dapat merasa aman selama konflik terus berkobar di luar perbatasannya.
Erdogan juga menegaskan kembali dukungan Turkiye terhadap langkah-langkah yang menjamin perdamaian, stabilitas, serta keutuhan wilayah dan kesatuan politik Suriah.
Tak Akan Biarkan Suriah Kembali Kacau
Sebelumnya, Menteri Luar Negeri Turkiye, Hakan Fidan, pertengahan Desember 2025, menegaskan bahwa Ankara tidak akan membiarkan Suriah kembali mengalami keadaan kacau.
Fidan menekankan bahwa perkembangan di Suriah secara langsung memengaruhi keamanan dan stabilitas Turkiye, sebagaimana dilaporkan oleh kantor berita Anadolu.
Fidan berbicara di pembukaan konferensi yang diselenggarakan oleh Yayasan Penelitian Politik, Ekonomi, dan Sosial (SETA) yang berjudul “Suriah Setelah Satu Tahun: Pemulihan dan Rekonstruksi”.
Fidan mengatakan Suriah tidak dapat dibagi dengan dalih membangun sistem federal, lalu rakyatnya tidak dapat ditindas dengan kedok mencapai persatuan.
Ia menekankan bahwa Turkiye tidak dapat menoleransi kembalinya Suriah ke dalam kekacauan. Kekacauan di Irak dan Suriah selama tiga dekade terakhir telah menimbulkan biaya yang luar biasa dan sangat besar bagi Turkiye. (Middle East Monitor)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
