Hamas Bantah Isu Tenggat Waktu 60 Hari Penyerahan Senjata Pejuang Gaza
18 February 2026, 21:21.

Anggota Brigade Izzuddin al-Qassam bersama tim Palang Merah Internasional melakukan tahap pertama operasi pencarian untuk menemukan jenazah dua tawanan ‘Israel’ yang hilang di Kamp Pengungsian Jabalia, Kota Gaza, 1 Desember 2025. [Foto: Saeed M. M. T. Jaras/Anadolu Agency]
GAZA (Middle East Monitor) – Hamas menyatakan menolak sepenuhnya kabar soal tenggat waktu 60 hari untuk menyerahkan seluruh senjata, termasuk senjata pribadi, seperti diberitakan sejumlah media zionis ‘Israel’.
Tokoh senior Hamas, Mahmoud Mardawi, mengatakan kepada Al Jazeera bahwa pihaknya tidak pernah menerima pemberitahuan resmi terkait batas waktu tersebut.
Ia menyebut pernyataan yang dikaitkan dengan gembong zionis Benjamin Netanyahu dan media ‘Israel’ sebagai ancaman yang tidak memiliki dasar dalam proses negosiasi yang sedang berlangsung.
Lebih jauh, Mardawi menyoroti kejahatan ‘Israel’ di Tepi Barat dan Baitul Maqdis terjajah yang menurutnya sudah melampaui isu keamanan semata.
Ia menyebutnya sebagai konflik yang juga menyentuh dimensi keagamaan. Ia menyinggung penguasaan penjajah atas lokasi-lokasi penting, seperti Makam Rahel dan Masjid Ibrahimi, juga tindakan penggusuran dan aneksasi untuk mengubah wajah Baitul Maqdis.
Menurut Mardawi, tekanan tersebut dimaksudkan untuk membuat warga Palestina meninggalkan tanah mereka.
Ia menegaskan bahwa masyarakat Palestina akan tetap bertahan, meski menghadapi blokade dan kekerasan yang terus terjadi di Gaza dan Tepi Barat.
Menanggapi kemungkinan penggunaan kekuatan setelah tenggat yang disebut-sebut itu berakhir, ia memperingatkan adanya dampak serius bagi kawasan secara luas. “Rakyat Palestina tidak akan mengibarkan bendera putih,” tegasnya.
Mardawi juga mengungkapkan adanya upaya untuk mendorong warga Palestina pindah ke negara tetangga, seperti Yordania.
Meski demikian, ia menegaskan bahwa warga Palestina akan tetap tinggal di tanah, kampung, dan lingkungan mereka; serta terus menjaga dan mempertahankan tempat-tempat suci yang merupakan bagian dari identitas dan sejarah mereka. (Middle East Monitor)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
