Pembukaan Kembali Pelintasan Rafah Baru Dipatuhi 29% Akibat Pembatasan Penjajah Zionis
18 February 2026, 21:20.

Ambulans milik Kementerian Kesehatan Mesir bersiaga di sisi Mesir pada Pelintasan Rafah, untuk mengevakuasi pasien Palestina dari Gaza serta mengantisipasi kebutuhan darurat, di Rafah, Mesir, 8 Februari 2026. [Foto: Ahmed Sayed/Anadolu Agency]
GAZA (Middle East Monitor) – Pembukaan kembali Pelintasan Rafah sejak awal Februari berjalan jauh dari harapan. Kantor Media Pemerintah Gaza (GMO), Senin (16/2/2026), menyatakan tingkat kepatuhan terhadap kesepakatan pembukaan hanya sekira 29 persen akibat pembatasan ketat oleh penjajah zionis ‘Israel’.
Dalam pernyataannya, GMO menyebut bahwa kurun 2 hingga 15 Februari 2026, hanya 811 orang yang berhasil keluar-masuk melalui pelintasan darat Rafah, dari total 2.800 pemohon.
Angka itu dinilai mencerminkan pelaksanaan yang sangat terbatas dari pihak penjajah ‘Israel’. Penjajah membuka kembali sisi Palestina di Rafah pada 2 Februari secara sangat terbatas dengan pembatasan ketat. Sejak Mei 2024, pelintasan ini dikendalikan ‘Israel’.
Dari jumlah tersebut, 455 warga diizinkan keluar dari Gaza dan 456 orang diperbolehkan masuk dalam periode yang sama. Sementara itu, 26 orang lainnya terpaksa dipulangkan.
Sebelumnya, media Mesir dan ‘Israel’ melaporkan bahwa sekira 50 warga Palestina—termasuk pasien dan pendamping mereka—dijadwalkan melintas setiap hari menuju Gaza, dengan jumlah yang sama bepergian ke Mesir. Namun, otoritas Gaza menyatakan pengaturan itu belum dijalankan sepenuhnya.
Di balik angka-angka itu, kebutuhan kemanusiaan terus mendesak. Sekira 22.000 warga yang terluka dan sakit diperkirakan membutuhkan rujukan medis ke luar Gaza, di tengah kondisi sistem kesehatan yang disebut berada dalam situasi sangat memprihatinkan akibat agresi genosida. (Middle East Monitor)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
