Khalid Misy’al: ‘Israel’ Hanya Kenal Bahasa Kekerasan

9 May 2011, 17:01.

JAKARTA, Senin (Sahabatalaqsha.com): Di saat Fatah mengemis-emis bantuan keuangan Amerika, Hamas menegaskan, kesepakatan rekonsiliasi Palestina tidak berarti Hamas langsung berhenti berlawanan dengan Zionis.

Segera sesudah tercapai kesepakatan rekonsiliasi Fatah – Hamas, penjajah Zionis mencabut berbagai fasilitas untuk pimpinan Fatah termasuk status VIP untuk Mahmoud Abbas, dan menghentikan bantuan dana USD 105 juta untuk tahun ini.

Mahmoud Abbas kemarin langsung meminta para Yahudi Amerika untuk me-lobby Kongres Amerika agar tetap mengucurkan bantuan finansialnya.

Sementara itu, kepala biro politik Hamas Khalid Misy’al menyatakan Kamis 5 Mei lalu bahwa pihaknya siap bekerja sama dengan Fatah dalam membentuk Negara Palestina sepanjang perbatasan tahun 1967, dan siap pula mendiskusikan bentuk perlawanan terhadap ‘Israel.’

Sebagaimana diberitakan The New York Times, Khalid Misy’al dengan tegas menolak menyatakan bahwa kesepakatan dengan Fatah berarti berakhirnya perlawanan Hamas terhadap Zionis.

Khalid Misy’al juga menolak mengatakan bahwa Hamas akan menghentikan perlawanan bersenjatanya terhadap Zionis.

Ketika ditanya apakah perlawanan tanpa kekerasan bisa menjadi pilihan bagi Palestina, Khalid Misy’al menjawab tegas, “Sayangnya, Israel tidak mengenal bahasa lain selain kekerasan.” (GP/Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Sudahlah Dihukum Penjara Ribuan Tahun, Dilarang Pula Bertemu Anak Istri
Pasukan Polisi Zionis Serbu Masjidil Aqsha »