“Pesta” Semangka ala Tahanan Palestina

23 September 2011, 06:35.

JAKARTA, Jumat (Sahabatalaqsha.com): Jum’at 24 Juni pukul 12:46 siang, petugas penjara membawakan kami, para tahanan, buah semangka. Ini merupakan semangka pertama kami selama tahun 2011.

Menurut peraturan penjara, salah satu hak dasar setiap tahanan ialah mendapatkan 180 gram buah setiap harinya. Namun, beberapa hari yang lalu ketika buah-buahan sepertinya tidak tersedia, masing-masing dari kami diberikan bawang bombay sebagai alternatif.

“Pesta” Semangka

Pada hari itu, kami harus saling berbagi dalam “pesta” semangka. Di dalam penjara terdiri dari banyak blok, setiap blok mendapatkan jatah tiga buah semangka, dimana dalam satu blok terdiri dari 120 orang tahanan.

Para tahanan dipisahkan dalam tiga kelompok menurut daerah asal mereka: Pertama, tahanan yang berasal dari Jerusalam; kedua, tahanan yang berasal dari Tepi Barat; dan ketiga tahanan yang berasal dari Jalur Gaza.

Tidak hanya itu saja, di sebelah selatan terdapat penjara lain yang terpisah, di sana para tahanan dikelompokkan berdasarkan faksi politik yang mereka anut. Selama empat tahun terakhir mereka tidak diperbolehkan mendapat kunjungan dari siapapun.

Setiap 40 orang tahanan mendapatkan semangka berukuran sedang. Seperti biasa, perwakilan dari tahanan secara bergantian mendapat tugas untuk membantu mendistribusikan makanan. Tetapi kali ini sepertinya tugas tersebut lebih sulit, ketika satu buah semangka harus dipotong menjadi 40 bagian sama besar.

Akhirnya, setiap tahanan mendapat bagian semangka berbentuk segitiga sama kaki, yaitu sama-sama mendapatkan bagian yang berwarna merah beserta kulitnya yang berwarna hijau. Nampaknya kulit semangka juga termasuk dalam perhitungan 180 gram buah sehari.

Pencuri Kebebasan

Pengalaman semangka mengingatkan saya pada sebuah cerita populer tentang “Ali Baba dan 40 Pencuri”. Analogi ini tidak seutuhnya sama, yaitu ketika diceritakan 40 pencuri terperangkap di dalam sebuah gua dengan mulut mereka terkunci oleh mantra sakti saat mencoba lari dari penegak hukum.

Namun, di dalam kisah kehidupan kami, hanya ada satu pencuri, yang tidak kunjung tertangkap. Pencuri itu terus menerus mencuri kebebasan, bangsa, dan masyarakat dengan mengurung cara mengurung kami di balik jeruji besi.

Akan tetapi, pencuri itu tidak sadar, bahwa sebenarnya dunia telah siap memenjarakannya sebagai balasan atas seluruh perbuatannya selama ini.

Artikel ini ditulis oleh Ameer Makhoul, pimpinan organisasi masyarakat Palestina, saat ini sedang menjalani hukuman sebagai tahanan politik di Penjara Gilboa, sebagaimana dimuat dalam situs Electronic Intifada. Tulisan ini sebagai sindiran atas pernyataan Perdana Menteri “Israel”, Benyamin Netanyahu, yang mengatakan, “Pesta telah usai.”

Selama ini Netanyahu menganggap kondisi para tahanan politik Palestina seolah seperti sebuah pesta. Oleh karena itu, ia mengumumkan pada pidato kenegaraannya pada 23 Juni 2011 bahwa “Israel” akan memberlakukan serangkaian tindakan untuk mempersulit kondisi para tahanan politik Palestina. (AA/Sahabat Al-Aqsha)

SALURKAN INFAQ TERBAIK ANDA

 

DONASI

 

Sampaikan Infaq terbaik anda melalui rekening

Donasi Palestina:
Bank Syariah Mandiri
No. Rek 7799800009 

an. Sahabat Al Aqsha Yayasan

Donasi Suriah:
Bank Syariah Mandiri
No. Rek 7799880002 

an. Sahabat Al Aqsha Yayasan

Untuk konfirmasi donasi anda, silakan klik di sini.

atau SMS ke
+62 877 00998 009 atau
+62 877 00998 002

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Epilog Bocah Palestina, Baru Sembuh Langsung Dibom Zionis
Erdogan Tuntut Tanggung Jawab Zionis di Majelis PBB »