Begitu Tahanan Palestina Terakhir Sampai di Tepi Barat dan Mesir, Baru Shalit Dilepaskan
16 October 2011, 12:37.
JAKARTA, Minggu (Sahabatalaqsha.com): Gerakan Perlawanan Islam Hamas menyatakan, pembebasan Gilad Shalit menunggu para mantan tahanan Palestina mencapai Tepi Barat dan Mesir.
Begitu ex-tahanan terakhir bebas, maka Hamas akan segera membebaskan Shalit. Demikian disampaikan pemimpin Hamas di Gaza, Dr. Mahmoud Al-Zahar hari ini.
Kesepakatan pertukaran pembebasan tahanan antara Gilad Shalit yang telah ditahan Hamas selama lima tahun, dengan 1027 tahanan Palestina ini akan direalisasikan dalam dua tahap.
Untuk pembebasan tahap pertama, terang Al-Zahar, para mantan tahanan akan dikumpulkan di dua lokasi yang berdekatan dengan Tepi Barat dan Mesir. Setelahnya, mereka akan diserahkan kepada otoritas Palang Merah.
Adapun untuk tahap kedua dimana ada sekitar 550 tahanan yang akan dibebaskan, Hamas tidak akan ikut menentukan nama-nama tahanan yang akan dilepas. Sesuai kesepakatan, pembebasan tahap ke dua akan direalisasikan dua bulan setelah tahap pertama selesai.
Walaupun tidak ikut menentukan nama-nama tahanan yang akan dilepas, Hamas meminta agar tahanan-tahanan yang telah ditahan dalam waktu lama lebih diprioritaskan. Begitu pun dengan tahanan-tahanan yang sudah lanjut usia, sakit, dan yang akan segera habis masa tahanannya.
Al-Zahar juga memastikan keselamatan para tahanan selama masa-masa pembebasan. Pembebasan tahanan ini membuat Zionis ‘Israel’ cemas karena beberapa tahanan yang akan dibebaskan merupakan pemimpin dan tokoh-tokoh terkemuka.
Dari 50 nama tokoh-tokoh yang diajukan Hamas, Al-Zahar menjelaskan, ‘Israel’ hanya menyepakati 40 orang. “Beberapa nama yang ditolak adalah Abdullah Barghouthi, Marwan Abbas, Hasan, dan Ahmad Saadat Salameh,”.
Al-Zahar lebih lanjut mengatakan bahwa Mesir telah banyak berperan dalam pencapaian kesepakatan pertukaran tahanan ini. “Mesir adalah mitra dan sponsor utama dalam semua tahapan negosiasi ini,” kata Al-Zahar.
Kesepakatan yang sempat berlangsung alot ini, lanjutnya, sempat membuat Mesir menarik diri dari keterlibatan sebagai mediator lantaran melihat kurangnya keseriusan ‘Israel’ dalam negosiasi. “Tetapi akhirnya sekarang kesepakatan tercapai dan ini berkat peranan yang kuat dari Mesir.” (MR/Sahabat Al-Aqsha)

Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
