55 Perusahaan “Israel” Beroperasi di Irak dengan Nama Samaran
23 October 2011, 22:33.
JAKARTA, Minggu (Sahabatalaqsha.com): Irak pasca Saddam Husein semakin digerogoti Zionis. Terlihat dari keberadaan 55 perusahaan Zionis beroperasi di Irak menggunakan nama samaran.
Mereka bekerja di banyak bidang, termasuk infrastruktur dan marketing. Agen rahasia “Israel” Mossad, termasuk ikut mendirikan Bank Kredit Turkish yang bermarkas di As-Sulaymaniyah wilayah gerakan separatis Kurdi di utara Irak.
Sebuah laporan menyebutkan, Bank Kredit Turkish mempunyai misi rahasia dalam menguasai tanah pertanian, ladang minyak, dan wilayah pemukiman di sekitar Al Mawsil dan Kirkuk, daerah kaya minyak di utara Irak.
Penguasaan lahan besar-besaran mendorong upaya separatis Kurdi Peshmergah, yang didukung Amerika Serikat, untuk menyingkirkan penduduk Arab dan Turki. Tujuannya agar hegemoni AS dan Zionis bisa menancapkan kukunya di wilayah kaya minyak. Tangan-tangan AS dan Zionis di sana adalah para milisi separatis Kurdi.
Kekuasaan Zionis di Irak bahkan lebih dalam lagi. Ekspor barang-barang “Israel” ke Irak tercatat mencapai USD 300 juta per tahun. Perusahaan-perusahaan milik para zionis ini mendapatkan kontrak proyek konstruksi dari lembaga donor AS, USAID. Kontrak konstruksi di Irak memang dibagi oleh USAID.
Sebuah laporan menunjukkan, salah satu sosok di balik gerakan Zionis di Irak adalah mantan Kepala Staf Angkatan Bersenjata “Israel”, Amnon Lipkin-Shahak yang juga mantan menteri komunikasi “Israel”. (MR/Sahabat Al-Aqsha)

Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
