Yahudi Kulit Putih Serang Rumah dan Toko Pengungsi Afrika

27 May 2012, 14:42.

175376_345x230.jpg

Yahudi kulit hitam Afrika di tanah Palestina yang dikuasai Zionis. foto: PIC

JAKARTA, Ahad (Sahabatalaqsha.com): Lebih dari seribu orang ‘Israel’ berunjuk rasa di Tel Aviv pada Rabu (23/ 5/ 2012) kemarin, menuntut pendeportasian imigran-imigran Afrika. Para pengunjuk rasa ini menyerang penduduk-penduduk Afrika dan menghancurkan toko milik mereka juga berbagai properti.

Seperti dikutip dari laman Maan News, pengunjuk rasa juga membakar tong-tong sampah dan menyerang para imigran yang tengah mengemudi. Mereka menghancurkan kaca-kaca mobil.

Selama berunjuk rasa, para demonstran Yahudi ini meneriakkan, “Orang-orang Sudan harus dideportasi. Para penyusup harus keluar dari rumah kami”. Dalam aksi ini, polisi menangkap 20 orang pengunjuk rasa karena terlibat dalam aksi kekerasan dan pengrusakan.

Unjuk rasa berskala besar ini menjadi salah satu bukti kerasisan orang-orang ‘Israel’. Di antara pengunjuk rasa itu bahkan ada seorang pejabat partai Likud, Miri Regev yang pernah menjabat sebagai juru bicara militer ‘Israel’. Dalam aksinya, ia mengatakan bahwa keberadaan rakyat Sudan seperti kanker di dalam tubuh ‘Israel’. Awal pekan ini, Menteri Dalam Negeri ‘Israel’ juga menyerukan pengusiran semua pencari suaka.

Ketegangan antara penduduk lokal di ‘Israel’ dengan para imigran semakin meningkat setelah unjuk rasa besar-besaran ini. Aksi seperti ini sudah beberapa kali terjadi. Awal Mei lalu, dua buah bom dilemparkan ke area tempat tinggal penduduk Afrika di Selatan Tel Aviv. Lalu pada akhir April, beberapa bom dilemparkan ke sebuah taman kanak-kanak dan apartemen yang ditinggali komunitas Afrika.

Sebelumnya, pada Januari 2011, sebuah ban yang dibakar dilemparkan ke kediaman lima pengungsi Sudan di apartemen Ashdod. Akibat aksi ini, dua orang pengungsi harus dirawat di rumah sakit.

Dalam beberapa tahun terakhir ini, sekitar 60.000 warga Yahudi Afrika telah menyeberang secara ilegal ke ‘Israel’ untuk menyelamatkan diri dari kemiskinan, perang dan pemerintahan yang otoriter.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Jubir Kemenkes Palestina: Sejumlah Rumah Sakit Gaza Terancam Tidak Berlistrik
Impian Nenek Maryam Al-Hout Kembali ke Kampungnya »