Dua Tawanan Sekarat di Penjara Zionis, Tak Boleh Diperiksa Dokter Independen
1 June 2012, 07:48.

Pesepak bola Palestina, Mahmoud Sarsak, kini sakit parah di penjara dan tak boleh dirawat dokter-dokter independen. foto: Aka Maihd
JAKARTA, Jumat (Sahabatalaqsha.com): Penguasa penjara Zionis tidak mengizinkan dua orang tahanan Palestina yang hingga kini masih mogok makan untuk menerima perawatan dari dokter-dokter independen. Al-Akhbar melaporkan, pesepak bola Palestina Mahmoud Sarsak kini dalam kondisi sekarat setelah 74 hari melancarkan aksi mogok makan, begitu juga dengan Akram Rikhawi yang sudah 50 hari mogok makan.
Menurut LSM Addameer, penjajah Zionis juga menolak memindahkan mereka dari klinik penjara ke rumah sakit sipil untuk mendapatkan perawatan yang layak. Kedua tahanan itu tetap melanjutkan aksi mogok makan untuk mendesak ‘Israel’ agar mempercepat kebebasan mereka.
Dua minggu yang lalu penjajah Zionis dan sekitar 2000 tawanan Palestina mencapai kesepakatan. Para tawanan menghentikan mogok makannya, Zionis melaksanakan berbagai tuntutan asasi seperti dibolehkannya keluarga berkunjung, perawatan kesehatan yang baik, dan lain-lain. Nyatanya penjajah Zionis tetap melanggar beberapa point dalam kesepakatan, seperti memperpanjang masa “tahanan administratif” (penjara tanpa batas waktu, tanpa proses pengadilan) bagi sejumlah tawanan Palestina.
Mahmoud adalah salah satu “tahanan administratif”. Mahmoud mulai mogok makan pada 19 Maret setelah pihak penjara memperpanjang masa tahanannya. Menurut laporan Addameer, penjajah Zionis telah menawarkan pembebasan Mahmoud pada bulan Juli. Namun tawaran ini ditarik kembali karena Mahmoud meminta agar tawaran itu dinyatakan dalam bentuk tulisan.
Keluarga Sarsak sudah tiga bulan tidak berkomunikasi dengan Mahmoud karena dilarang untuk berkunjung. Sementara Rikhawi adalah tahanan yang berasal dari Gaza. Ia dijatuhi hukuman penjara sembilan tahun pada 2004. * (MR/Sahabatalaqsha.com)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
