Krisis Bahan Bakar Berkelanjutan, Sanitasi Gaza Ikut Kritis

2 June 2012, 11:07.

JAKARTA, Sabtu (Sahabatalaqsha.com): Krisis bahan bakar di Gaza saat ini sudah menginjak bulan ke lima yang menyebabkan perpanjangan waktu pemadaman listrik. Krisis ini telah mengganggu kehidupan dan kesehatan sekitar 1,6 juta warga di Gaza. Di samping juga memengaruhi industri-industri yang bergantung pada bahan bakar, seperti perikanan.

Pada bulan April, pembangkit listrik Gaza hanya mampu memproduksi 30% dari total kapasitasnya. Hal ini mengakibatkan sejumlah gangguan pada pelayanan dasar, termasuk air, kesehatan dan sanitasi. Seperti dikutip dari laman International Middle East Media Center, situasi saat ini sangat kritis karena lebih dari 40% warga di Gaza berada dalam blokade Zionis dan mereka hanya diizinkan mengambil air sekali dalam empat hari. Situasi ini diyakini akan bertambah buruk pada musim panas, ketika kebutuhan air meningkat.

Warga di al-Zarqa juga merasa khawatir dengan kondisi ini. Wilayah yang bertetangga dengan kota Gaza ini sebelumnya tidak memiliki saluran air dan fasilitas sanitasi. Berkat proyek LSM, Oxfam, rumah-rumah di sana kini sudah terhubung dengan jaringan limbah dan persediaan air. Namun, tanpa pasokan bahan bakar yang cukup untuk menghidupkan pompa, mereka khawatir akan kembali merasakan hidup tanpa air.

“Kami akan hidup dalam kondisi yang mengerikan. Rumah kami akan banjir setiap hari karena semua pembuangan keluar dari septitank dan furnitur-furnitur kami rusak. Dan sekarang saya khawatir karena krisis bahan bakar terus berlanjut. Saya takut membayangkan limbah-limbah mengambang di jalanan lagi,” ujar salah seorang warga. Ia juga membayangkan infeksi dan penyakit-penyakit yang bisa menyerang keluarganya yang pernah dialaminya dulu. (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Dua Tawanan Sekarat di Penjara Zionis, Tak Boleh Diperiksa Dokter Independen
Serangan Zionis Meningkat Selama 2012 »