Pidato Bersejarah Raid Salah: “Wahai Warga Dunia, Jangan Berhenti Menolong Gaza!”

2 June 2012, 22:57.

Raid Salah (bertopi haji putih, berkemeja cokelat) membawa spanduk bergambar para Syuhada Mavi Marmara sambil berbaris di Istiklal Street, mengingatkan dunia akan kejahatan Zionis Israel yang menyerang kapal-kapal bantuan kemanusiaan untuk Gaza dua tahun lalu. foto: IHH

JAKARTA, Sabtu (Sahabatalaqsha.com): Raid Salah, pemimpin gerakan perlawanan tanpa kekerasan terhadap Zionis Israel yang berkali-kali dipenjara, menyampaikan pidato yang menggerakkan puluhan ribu massa di Taksim Square, dalam peringatan dua tahun serangan atas kapal Mavi Marmara, Kamis malam (31/5).

Raid memulai pidatonya setelah nama kesembilan Syuhada Mavi Marmara dibacakan. Dia mengatakan, dua tahun silam para relawan perdamaian berlayar ke Gaza dengan kapal-kapal yang hanya membawa bantuan kemanusiaan serta harapan akan tegaknya perdamaian dan keadilan.

Raid mengatakan, “Para korban serangan Israel akan selamanya diingat sebagai simbol-simbol kemerdekaan, sedangkan para pembunuhnya akan masuk ke dalam tong sampah sejarah.”

Raid Salah dua tahun lalu juga ikut berlayar di Mavi Marmara, dan sempat diundang oleh delegasi Indonesia-Malaysia untuk memberikan taushiyah di salah satu sudut kabin penumpang.

Di mata Raid Salah, para penyerang Mavi Marmara adalah musuh-musuh kemanusiaan, kemerdekaan, dan keadilan.

Raid juga menegaskan dalam pidatonya di Istanbul, bahwa darah para korban di Mavi Marmara akan tetap di muka bumi sebagai simbol kemerdekaan, sedangkan para pembunuh akan hanyut oleh air mata para ibu yang kehilangan anak-anaknya.

Raid Salah menyeru seluruh warga dunia yang merdeka, untuk terus membantu rakyat Gaza sampai benar-benar merdeka, dan pengepungan yang sudah lima tahun berjalan dihentikan.

“Saya ingin menyeru seluruh warga dunia. Wahai kaum Muslimin, jangan berhenti menolong Gaza sampai dia merdeka sepenuhnya. Para Israel Pembunuh akan mati tenggelam dalam darah dan air mata yang tumpah karena kejahatan mereka.”

“Jangan berhenti membantu perjuangan ini sampai pengepungan atas kota Al-Quds dihentikan. Para teroris dan penjajah telah kalah di Gaza yang mereka serang dengan senjata-senjata modern. Anak-anak Gaza menang. Israel harus memahami ini baik-baik: Mavi Marmara akan berlayar terus di sebanyak mungkin pelayaran. Kita akan berlayar lagi untuk kemerdekaan Damaskus, Homs, Hama, dan Gaza. Dan orang-orang Israel akan masuk ke penjara-penjara gelap.”

Raid Salah juga memekikkan kecaman kepada penguasa Syria, “Rezim Syria yang membantai rakyatnya sendiri adalah juga penjajah. Assad yang membantai rakyatnya sendiri telah menjelma jadi penjajah. Ini waktu yang tepat baginya untuk pergi.”

“Jangan pernah lupa bahwa kemerdekaan Al-Quds dimulai dari Damaskus. Kalian akan berjuang supaya Syria, Damaskus meraih kemerdekaannya karena kemerdekaan Al-Quds atau Yerusalem dimulai dari Damaskus, Kairo, dan ?stanbul.”

“Kehormatan Masjidil Aqsha berawal dari masjid-masjid di Syria, Al-Azhar di Kairo, dan Masjid Fatih di Istanbul.”

“Dengarkan saya wahai para pemuda…

Wahai seluruh pemuda dunia Islam,

wahai pemuda Turki,

kami telah membayar harga yang sangat mahal atas nama kamu sekalian…. Kami telah membayarnya dengan tumpahnya darah kami dan kami akan terus melakukannya. Ingat-ingatlah ini dalam benak kalian, kemenangan akan jadi milikmu. Dengan izin Allah.”* (Sahabatalaqsha.com)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bülent Yildirim: “Seluruh Penyerang Mavi Marmara Akan Diadili Satu Per Satu”
Berita Foto: Derap Mahasiswa Jogja Bela Al-Aqsha dan Palestina »