Bülent Yildirim: “Seluruh Penyerang Mavi Marmara Akan Diadili Satu Per Satu”
2 June 2012, 22:03.

Bülent Yildirim, President IHH, dua tahun lalu memimpin Freedom Flotilla. foto: IHH
JAKARTA, Sabtu (Sahabatalaqsha.com):Ketika membuka barisan unjuk rasa di Taksim Square, President IHH Bülent Yildirim mengatakan bahwa mereka tidak akan menyerah dalam perjuangan menuntut keadilan atas apa yang dilakukan Zionis Israel terhadap Mavi Marmara.
Bülent juga pemimpin Freedom Flotilla yang terdiri dari enam kapal –termasuk Mavi Marmara– yang dua tahun lalu berusaha menembus pengepungan laut Zionis Israel atas Jalur Gaza, dan membawa bantuan kemanusiaan. Dengan izin Allah gerakan kemanusiaan itu diserang dan dibajak oleh pasukan Zionis di perairan internasional di Laut Mediterania, subuh 31 Mei 2010.
Situs IHH melaporkan, bahwa Bülent menegaskan, “Keadilan pada akhirnya akan tegak atas kematian sembilan relawan syuhada Mavi Marmara.” Seorang relawan Mavi Marmara, Ugur Süleyman Söylemez, yang terluka parah dalam penyerangan itu sampai saat ini masih dalam keadaan koma (sesudah dua tahun).
“Kita akan lanjutkan perjuangan kita di semua bidang. Mavi Marmara sekarang berlayar di daratan, pergi dari satu negeri ke negeri lain, mempromosikan musim semi Islam. Mavi Marmara menjungkalkan para pemimpin zhalim. Sekarang, dia mengarah ke kota Al-Quds. Tak diragukan lagi, rakyat akan menang di Syria. Bukan kekuatan-kekuatan Zionis, bukan Amerika Serikat, bukan Rusia, atau negara-negara Barat yang akan menang di Syria. Rakyat Syria harus bisa ikut membentuk masa depannya. Pastikan rakyat Syria akan membuka pintu-pintu kota Al-Quds,” demikian Bülent.
Tentang proses hukum kasus Mavi Marmara Bülent menjelaskan, “Jangan mengira hanya empat orang yang akan diseret ke pengadilan dalam kasus Mavi Marmara (maksudnya keempat pimpinan militer tertinggi Zionis yang baru-baru ini dijatuhi hukuman in absentia oleh pengadilan Turki).”
“Jaksa penuntut mengusahakan hukuman penjara selama 18 ribu tahun untuk para pelaku serangan atas Mavi Marmara. Seluruh identitas mereka akan disingkap dan diadili.”
“Seluruh dunia sedang mengarahkan pandangan matanya kepada pengadilan ini. Ini adalah pengadilan paling terkenal di seluruh dunia. Israel sekarang panik. Dia menginginkan dukungan dari orang-orang Eropa. Saya sudah meminta kepada para pemimpin Eropa di sini, siapapun yang berpihak kepada para Zionis Pembunuh, mereka akan dianggap terlibat atas kejahatan yang diperbuatnya.”
“Perjuangan kita melawan para pelaku kejahatan ini akan kita lakukan bertahun-tahun lamanya, kita tidak tergesa-gesa. Para jaksa penuntut yang mengajukan kasus Mavi Marmara telah memberi pelajaran hukum dan kemanusiaan kepada seluruh warga dunia.”
“Kasus ini akan jadi contoh bagi dunia dan akan memastikan pengajuan kasus ini ke pengadilan-pengadilan di Eropa. Saya menyerukan kepada Mahkamah Internasional (the International Court of Justice) untuk mengajukan kasus atas penyerangan terhadap Mavi Marmara. Israel akan berubah jadi sebuah penjara besar. Mereka akan mengalami isolasi yang sama yang mereka timpakan kepada rakyat Palestina. Kita sedang mendekati kemenangan selangkah demi selangkah.”
Bülent mengingatkan lagi, bahwa seluruh penyerang kapal Mavi Marmara tidak akan ada yang lolos dari hukuman, dengan izin Allah.
“Kita sudah minta Israel untuk minta maaf, bayar kompensasi kepada para keluarga korban, dan menghentikan pengepungan atas Gaza. Kalau Israel memenuhi tuntutan kita, itu lebih baik untuk mereka, tapi kini Israel telah kehilangan Turki. Kita relawan; kita orang-orang yang hidup dalam perjuangan. Kita tak akan pernah tunduk pada kezhaliman Israel.”
Bülent juga menegaskan bahwa Al-Quds adalah nilai-nilai bersama umat manusia, tapi Israel telah merusak Masjidil Aqsha dan situs-situs agama lain di wilayah itu.
Seusai menyimak pidato Bülent, barisan puluhan ribu manusia bergerak dan menyalakan obor-obor yang membentuk warna bendera Palestina. Para pengunjuk rasa itu meneriakkan takbir dan yel-yel perjuangan.* (Sahabatalaqsha.com)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
