Sesudah Dua Tahun Menteror, Buaya Ini Ditangkap Polisi-Nelayan Gaza

7 November 2012, 08:29.

Sakhr alias si Batu Karang, buaya yang dua tahun ini menteror warga, kemarin (6/11) berhasil ditangkap tim polisi dan nelayan Gaza, kini kembali ke kebun binatang Beyt Lahiya, Gaza. foto: AP

JAKARTA, Rabu (SahabatAlAqsha.com): Seekor buaya sepanjang 1,8 meter kemarin (6/11) berhasil ditangkap oleh para petugas kepolisian Gaza. Buaya itu sudah dua tahun ini menteror rakyat Gaza dan berkeliaran di sepanjang jaringan gorong-gorong di bawah rumah-rumah Madinah Gaza. Dua minggu terakhir ini pihak kepolisian Madinah Gaza melakukan perburuan dan alhamdulillah berhasil. Demikian dilaporkan oleh wartawan kantor berita AP dari Gaza.

Buaya itu lepas dari kebun binantang Beyt Lahiya di Gaza Utara sejak dua tahun lalu. Menurut Ajun Komisaris Besar Polisi Samih al-Sultan, yang memimpin perburuan, sejak lepas buaya itu berkeliaran sampai lebih dari satu kilometer.

“Semangatnya untuk bebas kuat sekali,” kata perwira polisi Gaza itu, sambil memandangi rumah baru buaya itu di kebun binatang asalnya.

“Kami harap ia hidup tenang di sini bersama para istrinya,” kata Samih.

Sebagian warga Umm Al-Naser di Gaza Utara mengaku tak berani ke luar rumah malam hari sejak kabar lepasnya buaya itu tersiar. Beberapa bebek, ayam piaraan, dan kambing sudah menjadi korban buaya ini.

Para pekerja pembersih gorong-gorong menemukan buaya itu dua bulan lalu.

Samih mengaku, secara serius mempersiapkan perburuan buaya ini, termasuk dengan melakukan riset internet.

Maka dibentuklah sebuah tim beranggotakan enam petugas polisi dan beberapa nelayan. Tim ini menaiki perahu kecil menyusuri kanal pembuangan air di pinggiran Gaza Utara selama delapan jam setiap hari selama dua minggu.

Setelah beberapa kali usaha gagal, mereka mengeringkan beberapa lokasi, sehingga tak ada lagi tempat sembunyi. Mereka juga mengganti jaring nelayan biasa dengan jaring khusus untuk menangkap ikan hiu.

AKBP Samih Al-Sultan mengaku setelah dua minggu berburu dia jadi suka dan hormat pada buaya itu karena melihat kegigihannya untuk bebas. Tim yang dipimpinnya sepakat menamai buaya buruannya itu “Sakhr” yang artinya “Batu Karang”, sebuah pujian karena keras kepala mempertahankan kebebasannya.

Empat tahun yang lalu, buaya itu diselundupkan pertama kali ke dalam Gaza yang sedang dikepung Zionis Israel oleh seorang pegawai kebun binatang. Emad al-Qanoua, pegawai itu mengaku menyelundupkannya lewat terowongan yang melintas di bawah perbatasan Mesir-Gaza. Tidak dijelaskan bagaimana buaya itu bisa sampai lepas.* (AP/Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Laporan Forensik: Begini Cara Zionis Israel Membantai Relawan Mavi Marmara
Jaksa Mavi Marmara Tuntut Penjara Seumur Hidup Jenderal ‘Israel’ »