Jaksa Mavi Marmara Tuntut Penjara Seumur Hidup Jenderal ‘Israel’
7 November 2012, 08:48.

WANTED: Kelima jenderal Zionis Israel yang dalam tiga hari sidang di Istanbul berstatus “tersangka buronan” (kiri ke kanan) Gabi Ashkenazi (bekas Kepala Staf Angkatan Bersenjata Israel), Eliezer Marom (Panglima Angkatan Laut Israel), Amos Yadlin (Kepala Intelejien Militer Israel), Avishai Levi (Kepala Intelijen Angkatan Udara Israel), Tal Russo (Panglima Komando Wilayah Pertahanan Israel Bagian Selatan). desain dan foto: riset Sahabat Al-Aqsha
JAKARTA, Rabu (Sahabatalaqsha.com): Sejarah baru sedang dimulai kemarin (6/11) di Gedung Pengadilan Ça?layan, Istanbul. Untuk pertama kalinya kejahatan Zionis ‘Israel’ diadili secara serius dan sungguh-sungguh.
Para jaksa penuntut dalam sidang terhadap kejahatan Zionis ‘Israel’ atas rombongan kapal kemanusiaan Gaza Freedom Flotilla berupaya menjerat hukuman seumur hidup bagi kelima jenderal Zionis ‘Israel’ yang terlibat dalam penyerangan di kapal Mavi Marmara. Penyerangan itu berujung pada kematian sembilan relawan kemanusiaan Turki dan melukai lebih dari 50 orang lainnya.
Dalam dakwaan sebanyak 144 halaman, terdapat nama mantan kepala staf umum angkatan bersenjata Zionos ‘Israel’, Gabi Ashkenazi dan tiga mantan komandan senior lainnya. Beberapa dakwaan terhadap mereka adalah pembunuhan dengan kejam dan penyiksaan serta melukai korban dengan senjata api. Lewat proses pengadilan ini, menurut IHH, para mantan jenderal Zionis ‘Israel’ akan diresmikan statusnya secara hukum sebagai kriminal.
Sidang pertama pengadilan kasus penyerangan kapal kemanusiaan ke Gaza, Mavi Marmara ini dimulai tepat waktu, jam 9.30 pagi waktu setempat. Di dalam dan di luar gedung pengadilan, proses hukum itu diwarnai aksi solidaritas terhadap para korban kejahatan Zionis ‘Israel’.
Maan News melaporkan ratusan orang dengan kafiyah Arab melingkar di leher mereka membawa bendera Turki dan Palestina memberikan dukungan sebagai saksi juga kerabat korban yang tewas dalam serangan ‘Israel’.
Di luar gedung pengadilan, mereka meneriakkan, “Israel pembunuh, keluar dari Palestina,” sambil mengangkat spanduk bertuliskan: “Apa bedanya Hitler dan Israel”. Pada sebuah papan yang ditaruh IHH—organisasi kemanusiaan terbesar di Turki yang juga pemilik kapal Mavi Marmara, para pengunjuk rasa menulis kata-kata, seperti: “Akhir Israel sudah dekat”, “Ganyang Israel”, “Pembalasan Para Syuhada Kami Akan Pahit”.
“Kami tidak menginginkan yang lain kecuali mereka yang bertanggung jawab atas penyerangan itu menerima hukuman. Kami ingin mereka disidang karena melanggar hak-hak asasi rakyat Palestina,” ujar salah seorang perempuan pengunjuk rasa, Ummugulsum Yazici.
Di dalam ruang sidang, hakim ketua mulai mendengarkan kesaksian dari para penumpang yang berada di kapal kemanusiaan Mavi Marmara ketika penyerangan ‘Israel’ terjadi pada 2010 lalu. Total ada 490 orang, termasuk aktivis dan jurnalis yang diharapkan dapat memberikan kesaksian.
Mantan Kolonel Angkatan Darat Amerika Serikat (AS), Ann Wright yang berada di kapal yang lebih kecil menggambarkan bagaimana pasukan Zionis naik ke kapal mereka dan menembakkan cat peluru dan granat kejut. “Saya 23 tahun melayani militer AS saya pensiun tahun 2003 sebagai pihak yang menentang perang Irak,” ujarnya dalam sidang kemarin.
Ann Wright menyebutkan, salah satu alasannya bergabung dengan kapal kemanusiaan Mavi Marmara karena ia merasa terdorong untuk menantang kejahatan ‘Israel’ yang memaksakan blokade atas Palestina dan kebijakan AS yang mendukung tindakan ilegal ‘Israel’.
Terkait pelaksanaan sidang itu, juru bicara kementerian luar negeri ‘Israel’, Yigal Palmor mengatakan, “Ini bukan pengadilan. Pengadilan ini diambil dari sebuah novel Kafka, acara politik yang aneh yang tidak ada hubungannya dengan hukum dan keadilan,” ujarnya kepada Reuters.
Sejak peristiwa tewasnya kesembilan relawan kemanusiaan Turki 2,5 tahun lalu, hubungan Turki dan ‘Israel’ memburuk. Turki telah meminta permintaan maaf resmi dan kompensasi kepada para korban dan keluarga syuhada kepada ‘Israel’. Turki juga meminta ‘Israel’ menghentikan blokade atas Gaza.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
