Serangan Nopember: Titik Ledak Bom Zionis Capai 7000 Derajat Celcius

4 December 2012, 19:48.

Salah satu hasil serangan zionis di Gaza pada bulan Nopember kemarin. foto: Ebrahim Pour

JAKARTA, Selasa (SahabatAlAqsha.com): Penjajah zionis ‘Israel’ telah menggunakan bahan radioaktif selama serangan yang dilancarkannya antara 14-21 Nopember yang baru lalu. Asisten Direktur Teknik Bahan Peledak dan Anggota Komite dokumentasi kejahatan perang, Mayor Hazem Abu Murad mengungkapkan, penjajah Zionis ‘Israel’ menggunakan bahan-bahan radioaktif saat membombardir Jalur Gaza.

Kantor berita PIC melaporkan, Abu Murad menyampaikan kepada Kementerian Dalam Negeri bahwa senjata yang dipakai Zionis memuat elemen-elemen berat, seperti uranium, tungsten (jenis logam yang mempunyai titik lebur tertinggi), alumunium dan nikel. Material-material ini, ujarnya, bisa menaikkan temperatur di titik ledakan hingga 7.000 derajat celcius dan meningkatkan kemampuan destruktif.

Disebutkan juga, dari sejumlah tipe senjata yang dipakai penjajah Zionis dalam serangan terakhirnya di Jalur Gaza, ada tiga jenis amunisi yang baru pertama kali digunakan. Abu Murad menuturkan, selama serangan tujuh malam di Jalur Gaza, penjajah Zionis menembakkan hampir 3.000 peluru artileri dengan rata-rata 600 serangan setiap malamnya.

Serangan yang berlangsung dari tanggal 14-21 November kemarin mengantarkan sedikitnya 162 Muslimin Palestina menjadi syuhada’ (insya Allah), termasuk puluhan anak-anak dan perempuan. Sebanyak 1.200 lebih warga terluka akibat bombardir dari mesin-mesin yang digerakkan oleh orang-orang yang sudah tak lagi memiliki hati nurani, lebih beku daripada mesin.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Selama Nopember, Zionis Lakukan 68 Pelanggaran atas Wartawan
Tanahnya Dirampas Zionis, Saudi Diam »