Pemerintah Netanyahu Setujui Lagi Rencana untuk 3.600 Rumah Ilegal Yahudi
5 December 2012, 20:47.
JAKARTA, Rabu (SahabatAlAqsha.com): Perdana Menteri zionis ‘Israel’, Benjamin Netanyahu kembali menyetujui rencana baru pembangunan 3.600 unit rumah ilegal di Yerusalem Timur pada hari Senin (3/12) sore lalu. Penyetujuan ini berarti menambah jumlah permukiman ilegal Yahudi yang akan dibangun sejak naiknya status Palestina di Sidang Majelis Umum PBB menjadi 6.600 unit rumah.
Seperti dikutip dari PNN (Palestine News Network), 3.600 unit rumah ilegal itu akan disebar di tiga area, yakni 1.600 unit rumah ilegal untuk daerah Ramat Shlomo, seribu unit di Givat Ze’ev dan sisanya di Beit Safafa. Meski rencana ini mendapat kecaman dari dunia internasional, Komite Pembangunan dan Perencanaan Distrik Yerusalem dikabarkan tetap menggelar rapat di Ramat Shlomo kemarin (4/11). Pihak zionis mengklaim rencana ini sudah disetujui sejak Maret 2010.
Program berita Channel 7 zionis mengungkapkan, rencana ini menimbulkan penolakan besar-besaran di tingkat internasional. Keputusan ini konon diambil ketika kunjungan wapres Amerika Serikat, Joe Biden. Hagit Ofran dari Gerakan Peace Now di wilayah zionis mengatakan, keputusan perluasan permukiman ilegal ini menunjukkan upaya pemerintah zionis untuk menghindari solusi dua negara ‘Israel’-Palestina.
Hamas mengatakan zionis menentang masyarakat internasional dan hukum-hukumnya dengan terus memperluas permukiman ilegal Yahudi. Hamas menilai langkah zionis tersebut sebagai bentuk keputusasaan Zionis atas kekalahannya di Gaza dan mencerminkan sikap frutasi para pemimpin militer dan politiknya.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
