Zionis Gunakan Uranium dalam Serangannya di Gaza

7 December 2012, 13:27.

Salah satu korban luka-luka bakar yang aneh di Gaza akibat serangan zionis 14-21 Nopember yang baru lalu. foto: Electronic Intifada

JAKARTA, Jum’at (SahabatAlAqsha.com): Pasukan penjajah zionis ‘Israel’ dilaporkan menggunakan senjata uranium dalam serangannya di Jalur Gaza. Richard Silverstein dalam situsnya richardsilverstein.com menulis soal jurnalis lokal di situs Electronic Intifada yang melaporkan tentang bentuk-bentuk aneh pada tubuh korban serangan zionis 14-21 Nopember lalu. Ia mengaitkan temuan ini pada penggunaan senjata kimia seperti fosfor putih:

Diantara para korban yang dirawat di rumah sakit Nasser di Khan Younis terdapat seorang pasien pria yang terluka akibat serangan pesawat tak berawak Zionis saat menghantam lahan pertanian milik keluarganya di Selatan Gaza. Seorang temannya gugur dalam serangan itu. “Saya terkena serangan langsung di bagian perut dan kedua kaki saya,” ujar pria itu.

Baker al-Derdy, kepala perawat di rumah sakit Nasser mengatakan pria itu mengakui mencium bau aneh seperti kimia saat terkena serangan. Al-Derdy menduga zionis menggunakan senjata kimia selama agresinya di Gaza.

“Kami melihat ada beberapa dampak yang tidak biasa. Tipe luka bakar pada tubuhnya menunjukkan senjata yang dipakai bukanlah senjata biasa. Luka bakarnya meresap dalam di kulitnya dan kulitnya berubah menjadi biru. Luka bakarnya mencapai hingga lapisan ke tiga kulitnya,” papar al-Derdy.

Juru bicara Kementerian Kesehatan di Gaza, Ashraf al-Qedra juga mengakui beberapa luka bakar yang ditemui pada korban terlihat lebih dalam dibandingkan luka bakar dari senjata-senjata biasa.

“Kami di Gaza dan badan-badan kesehatan di Tepi Barat tidak memiliki laboratorium untuk memeriksa dengan benar terkait senjata yang dipakai zionis dalam serangannya. Tapi berdasarkan yang kami lihat sejauh ini, zionis jelas menggunakan semacam senjata peledak atau amunisi yang menyebabkan luka bakar dan luka yang dalam.”

“Dalam banyak kasus korban tewas, kami temukan tubuh mereka tercabik-cabik atau terbakar sepenuhnya. Banyak dari mereka yang terluka harus diamputasi,” ujarnya.

Bentuk-bentuk luka di tubuh korban ini mengingatkan Silverstein pada munisi DIME yang dikembangkan oleh Amerika Serikat (AS) dan pernah dipakai zionis saat serangan di Gaza tahun 2006. “Saya menulis beberapa kali soal senjata mengerikan ini,” ujarnya.

Di tengah serangan zionis dilakukan tempo hari Kementerian Dalam Negeri Palestina di Gaza mengeluarkan sebuah pernyataan tentang tingginya tingkat radioaktif di lokasi-lokasi pemboman. Kementerian juga mengatakan zionis memakai senjata tidak biasa untuk menyerang warga sipil Gaza.

Menurut Silverstein, jika benar ada elemen tungsten maka hal tersebut merupakan indikasi kuat penggunaan DIME. Lalu soal kandungan uranium dalam senjata-senjata IDF, berikut sejumlah karakteristiknya: Uranium rendah (depleted uranium/DU) itu sangat padat dan memiliki sifat pyrophoric yaitu sangat mudah menimbulkan percikan api ketika membentur benda keras lainnya, terutama besi.

Penggunaan DU disukai karena sifat pyrophoric dan self sharpening-nya yang ketika pecah akibat tumbukan semua pecahannya berujung tajam. Pelepasan energi panas DU menyebabkan ia hancur menjadi debu dan akan terbakar bila terkena air. Dan ketika DU mengenai kendaraan lapis baja bisa menimbulkan percikan api yang cukup besar untuk menyulut amunisi dan bahan bakar.

Silverstein juga mengungkapkan bahwa sumber zionis telah mengakui kepadanya bawah IDF menggunakan DU dalam serangannya di Gaza. Namun, ujarnya, sumber itu tidak menyebutkan apakah DIME juga digunakan atau tidak. Komisi HAM PBB telah meminta sejumlah negara anggota untuk mengekang penggunaan senjata jenis itu. Parlemen Eropa telah melarang penggunaan senjata DU.

DU akan mengganggu fungsi-fungsi normal ginjal, otak, liver, jantung dan sejumlah sistem lainnya bisa terkena efek ledakan uranium karena uranium adalah baja beracun. Meskipun tingkat racun DU masih dibawah baja berat lainnya, seperti arsenik dan merkuri.

Dokter-dokter militer Inggris telah memperingatkan Kementerian Pertahanan Inggris bahwa ledakan dari DU dapat meningkatkan risiko penyakit paru-paru, kanker otak dan getah bening.

Sudah menjadi tabiat zionis untuk mengeksploitasi senjata apapun, tidak peduli apakah itu kontroversial atau bahkan ilegal untuk menyerang masyarakat sipil. Hal ini termasuk bom klaster, fosfor putih dan DIME yang semuanya telah dipakai zionis selama berbagai serangannya di wilayah sipil di Gaza dan Lebanon.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Zionis Kian Gencar Gali Wilayah Sekitar Masjidil Aqsha
Fakta-fakta Rujukan: 25 Tahun Intifadhah Palestina Pertama »