Pejabat Zionis Serukan Rampas Seluruh Area C Tepi Barat
7 January 2013, 07:00.

Peta Tepi Barat (West Bank) menurut hasil Perjajian Oslo 1993. Area C adalah wilayah yang berwarna abu-abu, yang dikendalikan oleh Israel, meskipun disebut sebagai bagian dari Palestina yang tersisa. peta: PASSIA (Palestinian Academic Society for the Study of International Affairs
JAKARTA, Senin (SahabatAlAqsha.com): Sejumlah sumber zionis ‘Israel’ melaporkan, dua orang pejabat senior dari Partai Likud yang dipimpin Perdana Menteri Benyamin Netanyahu meminta pemerintahnya untuk secara resmi menguasai semua area C di Tepi Barat dan mengakuinya sebagai bagian dari negara ‘Israel’. Area C di Tepi Barat saat ini berada di bawah kontrol penjajah zionis dan sebagian besar permukiman ilegal Yahudi berada di sana.
Harian zionis Maariv, melaporkan, Menteri Informasi Yuli Edelstein dan anggota parlemen Zeev Elkin mengatakan, ‘Israel’ harus menegakkan kedaulatannya di semua wilayah Tepi Barat. Mereka juga mengatakan, permukiman-permukiman Yahudi di Tepi Barat harus sepenuhnya diklaim sebagai bagian dari wilayah ‘Israel’. Tapi, kata mereka, ‘Israel’ harus melakukan langkah-langkah ini dengan hati-hati dan perlahan untuk menghindari kecaman dunia internasional.
IMEMC (International Middle East Media Center) melaporkan semakin banyak anggota parlemen, menteri dan para sayap kanan zionis yang menyerukan hal serupa sebagai tindakan balas dendam terhadap Otoritas Palestina di Tepi Barat, setelah mendorong Palestina mendapat pengakuan dari PBB sebagai negara non-anggota.
Zionis mengklaim memiliki hak untuk untuk membangun dan memperluas permukiman khusus Yahudi di Tepi Barat, termasuk juga di A
l-Quds Timur atau Yerusalem. Namun berdasarkan hukum internasional dan Konvensi Keempat Jenewa, permukiman-permukiman Yahudi tersebut berstatus ilegal karena dibangun di atas tanah yang diduduki. Apalagi sebagian besar permukiman mereka dibangun di atas tanah-tanah milik warga Palestina.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
