Gerakan Internasional Palestina Kecam Aksi Pembajakan Israel Terhadap Kapal Semangat Kemanusiaan

1 July 2009, 15:18.

Kapal "Bebaskan Gaza" (IMEMC)

Kapal "Bebaskan Gaza" (IMEMC)

Gaza– Gerakan Internasional Palestina Menentang Blokade, Selasa kemarin, mengecam keras tentara Israel karena menyerang kapal “Semangat Kemanusiaan” (“the Spirit of Humanity”) dan menyeret kapal kemanusian itu ke pelabuhan Israel, ketika kapal itu tengah mendekati wilayah perairan Gaza. Gerakan ini menyebut tindakan itu sebagai tindakan perompakan.

Dijelaskan oleh Gerakan Palestina Menentang Blokade, bahwa kapal kemanusiaan itu sebenarnya sudah merapat ke Gaza Selasa pukul 13 waktu setempat jika tidak mengalami tindakan pembajakan oleh Israel.

Dalam sebuah pernyataan, gerakan itu menegaskan bahwa kapal yang dibajak Israel itu, membawa bantuan kemanusiaan dan para aktivis kemanusiaan termasuk penerima Hadiah Nobel, Mairead Maguire, serta mantan anggota Kongres AS, Cynthia McKinney.

Gerakan Internasional Palestina Menentang Blokade mengatakan bahwa tindakan seperti itu tidak aneh lagi bagi Israel yang sudah sangat terbiasa melanggar semua konvensi internasional, seperti membunuh warga sipil, anak-anak dan membombardir petugas medis dan lembaga-lembaga sipil lainnya.

Gerakan itu juga menyatakan bahwa Israel harus bertanggungjawab penuh terhadap nyawa dan keselamatan para aktivis “Bebaskan Gaza” (“Free Gaza”) di kapal itu, seraya menyerukan masyarakat internasional untuk turut campur mendesak Israel agar membebaskan para aktivis itu sehingga mereka bisa kembali dengan selamat atau membiarkan mereka mencapai Jalur Gaza untuk menjalankan misi kemanusian.

Dalam pernyataan lain, gerakan itu melaporkan bahwa mereka menerima telepon pagi Selasa dari panitia “Bebaskan Gaza,” Huwaida Arraf, yang mengatakan bahwa kapal mereka berada pada posisi 24 mil lepas pantai Gaza, ketika dicegat dan dibajak oleh kapal-kapal bersenjata Israel.

Dalam sebuah pernyataan pers kepada PIC, Jurubicara Pemerintah Palestina di Gaza, Tahir Al Nunu, juga menyatakan bahwa Israel harus bertanggungjawab sepenuhya terhadap nyawa para aktivis Free Gaza. Ia mengecam Israel dan menyebut tindakan Israel terhadap kapal kemanusian itu sebagai tindakan pengecut perompakan.

Nunu mengatakan bahwa insiden itu mencerminkan barbarisme Israel dan pelanggarannya terhadap semua hukum dan konvensi internasional. Ia yakin bahwa apa yang dilakukan Israel itu idak akan berhasil menghentikan gencarnya upaya-upaya internasional untuk membuka blokade yang tidak berperikemanusiaan terhadap Gaza itu.

Sementara itu, Tim “Bebaskan Gaza” di Siprus melaporkan bahwa mereka menerima telepon dari telepon genggam para penumpang kapal kemanusiaan itu, yang mengabarkan bahwa angkatan laut Israel telah mengepung kapal mereka dan mengarahkan senjata-senjatanya ke seluruh penumpang kapal. Dari belakang suara telepon itu terdengar panitia Huwaida Arraf berteriak ke arah tentara angkatan laut Israel, “ kalian tidak bisa menembak sipil tak bersenjata.” Kalimat ini berkali-kali diteriakkan.

Cynthia McKinney, yang mantan kandidat presiden Partai Hijau AS, sebagai penumpang kapal itu, menyebut para tentara angkatan laut Israel itu sebagai “anjing-anjing penyerang” dengan mengatakan “saya benar-benar geram. Kami menuntut pemerintah Israel agar menghalau anjing-anjing penyerang mereka itu. Kami ini sipil, tidak bersenjata, yang berlayar dengan kapal yang juga tidak bersenjata dengan membawa bantuan medis dan pembangunan untuk umat manusia di Gaza. Mengapa atas nama Tuhan, Israel mau menyerang kami, mengancam keselamatan dan keamanan kami? Saya minta Presiden Obama dan masyarakat internasional intuk bertindak sekarang juga untuk membuat situasi tidak bertambah gawat dengan akibat-akibat yang buruk terhadap para warga sipil di kapal ini.”

Beberapa jam sebelumnya, anggota parlemen Palestina Jamal Al Khudari, ketua Gerakan Rakyat Menentang Blokade, telah mengeluarkan seruan kepada masyarakat in ternasional dan orang-orang bebas di muka bumi ini agar segera bertindak untuk menyelamatkan para aktivis hak asasi manusia “Bebaskan Gaza,” yang berlayar dengan kapal dalam misi “ Semangat Kemanusiaan” yang tengah menghadapi ancaman serangan Israel.

Dalam sebuah press release, Khudari mendesak semua organisasi internasional dan orang per orang untuk mendukung para aktivis itu dalam menghadapi arogansi Israel dan mendukung misi para aktivis itu dalam menbantu rakyat Gaza yang diblokade.

Ia menegaskan bahwa perjalanan laut ini mengusung misi kemanusiaan dan bertujuan membuka blokade yang tidak adil atas Gaza itu.

Sementara itu, panitia pemerintah bagi penyambutan para delegasi dari kapal kemanusiaan itu telah mengumumkan bahwa bahwa kapal yang bertolak sekitar pukul 7 Senin pagi dari pelabuhan Lanarca, Siprus, rencananya akan tiba Selasa siang.

Para aktivis yang ikut dalam pelayaran itu meminta angkatan laut Israel berhenti mengancam mereka.

Bantuan ini benar-benar dibutuhkan rakyat Gaza,” sebagaimana dikutip dari pernyataan pemenang Hadiah Nobel Perdamaian, Mairead Maguire.

Presiden Obama telah menyerukan rakyat Palestina meninggalkan kekerasan tetapi Israel sendiri tidak meninggalkan kekerasan dan mengabaikan hak mereka untuk melawan dengan tanpa kekerasan terhadap blokade atas Gaza.” Urai Maguire. PIC/ ez

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Aktivis Turki Protes Kunjungan Simon Perez Ke Azerbaijan
Israel Akan Deportasikan 21 Aktivis Perdamaian Internasional Yang Ditangkap Di Perairan Gaza »