Penyapu Jalan Palestina Dianiaya, Sekelompok Pemuda Merayakannya
26 February 2013, 21:54.

Hasan Usraf, penyapu jalan yang dianiaya sekelompok pemuda Yahudi yang sedang mabuk. foto: Hayom
JAKARTA, Selasa (SahabatAlAqsha.com): Sebuah video yang disiarkan lewat YouTube menunjukkan massa Yahudi mengamuk di Yerusalem kemarin lusa (24/2) sambil meneriakan slogan-slogan rasis. Di antara teriakan mereka yang terekam dalam video tersebut adalah, “Seorang Yahudi manusia. Seorang Arab anak pelacur.”
Kalimat-kalimat yang sama persis diteriakkan massa yang lain ketika menyerang warga Palestina pada kejadian yang lain. Beberapa orang dalam video tersebut, meski tidak jelas apakah mereka juga berpartisipasi dalam aksi brutal tersebut, terlihat memakai kostum tradisional yang biasa dipakai saat Festival Purim Yahudi.
Pada cuplikan awal video tersebut, terdengar kalimat berikut: “Tahukah kamu apa yang mereka lakukan terhadap orang Arab? Mereka memukulinya.”
Kalimat ini mungkin mengacu pada insiden sebelumnya dimana seorang penyapu jalan di Jaffa yang bernama Hasan Usraf, seorang penyapu jalan, dipukuli secara brutal oleh sejumlah pemuda Yahudi. Pihak polisi menduga insiden ini dilatarbelakangi oleh motif rasis.
Harian Hayom yang pro-pemerintah zionis menulis:
“Sekitar 12 orang pemuda menyerang pria Arab berusia 40 tahun pada Ahad pagi di kawasan pejalan kaki Tel Aviv dalam perjalanannya ke tempat kerja. Para pemuda itu memukuli kepalanya berulang kali hingga mengakibatkan tulang tengkoraknya patah. Korban bernama Hassan Usraf ini melaporkan kepada polisi bahwa sebelum menyerang, sekelompok pemuda itu meneriakkan kata-kata rasis.”
Hasan Usraf dikutip juga dalam berita itu:
“Saya bekerja sebagai seorang penyapu jalanan dari Opera ke Jaffa setiap malam. Kemarin, saya pergi bekerja pukul empat subuh dan saya melihat beberapa pemuda duduk di bangku dengan membawa bong dan alkohol. Mereka terlihat agak mabuk. Ketika saya pergi mengisi mesin saya dengan air mereka berkata, ‘Hei kamu Arab. Arab bau. Kamu mengambil seluruh negeri kami’. Saya mencoba mengatakan kepada mereka Arab dan ‘Israel’ setara. Mereka lalu menyerang saya. Mereka memukulkan botol ke kepala saya dan menendang saya. Mereka juga mengiris saya dengan pecahan botol. Dunia seperti berputar di sekeliling saya. Mereka lalu melarikan diri.”
Setelah insiden pemukulan brutal itu, Usraf menghubungi temannya dan langsung dibawa ke pusat pelayanan medis, Sourasky Tel Aviv. Di sana ia menerima perawatan untuk tulang tengkoraknya yang patah. Pada Senin kemarin ia juga dijadwalkan untuk menjalani operasi mata akibat serangan tersebut.
Istri Usraf mengatakan kepada situs berita, Arabs 48, “Saya bersyukur suami saya masih hidup setelah serangan biadab itu.”* (MR/ Sahabat al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
