Sesudah 210 Hari Mogok Makan, Baru Samir Dipindah ke Rumah Sakit
1 March 2013, 12:30.
JAKARTA, Jum’at (SahabatAlAqsha.com): Otoritas penjara ‘Israel’ akhirnya memindahkan tawanan Samir Issawi dari klinik penjara Ramla ke rumah sakit setelah ia mogok makan selama 210 hari.
Maan News melaporkan, juru bicara Dinas Penjara Sivan Weizman mengatakan bahwa Issawi dipindahkan ke pusat medis di Rahavot. Weizman mengklaim bahwa Issawi yang sudah tujuh bulan mogok makan dalam kondisi stabil dan pemindahannya ke rumah sakit tidak berkaitan dengan memburuknya kesehatan Issawi.
“Ia mogok makan dalam waktu yang lama dan pihak medis di penjara akhirnya memutuskan untuk memindahkannya ke rumah sakit,” ujar dia. Menteri Tawanan Otoritas Palestina, Issa Qaraqi juga membenarkan bahwa Issawi telah dipindahkan ke rumah sakit.
Ia menuturkan, pihak penjajah zionis mulai mau berdialog untuk menyelesaikan masalah Issawi namun sejauh ini belum ada jalan keluar yang disepakati kedua belah pihak. Qaraqi menambahkan, Issawi dan seorang tawanan lainnya, yakni Ayman Sharawna menolak tawaran pembebasan ‘Israel’ yang mensyaratkan mereka untuk dideportasi keluar Palestina. Sharawna sendiri sudah mogok makan sejak Juli lalu.
Issawi dan Sharawna sama-sama ditangkap kembali beberapa saat setelah mereka dibebaskan pada Oktober 2011. Keduanya masuk dalam daftar tawanan yang dibebaskan pada kesepakatan pertukaran tawanan antara Hamas dan zionis, lewat pembebasan kopral Ghilad Shalit.
Sebelumnya, Qaraqi juga mengatakan, Otorita Palestina telah meminta Kairo untuk membantu membebaskan kedua tawanan ini. Pada kesepakatan pertukaran tahanan tahun 2011, Mesir menjadi mediatornya dan sampai sekarang terus melakukan kontak dengan zionis terkait isu mogok makan tawanan Palestina. “Namun sampai sekarang belum ada hasilnya,” kata Qaraqi.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.

