Guru yang Tangannya Lumpuh pun Disiksa Di Penjara Zionis

28 February 2013, 15:00.

JAKARTA, Kamis (SahabatAlAqsha.com): Pihak keluarga Fuad Akram Hamdiye, 44, dari Al-Quds atau Yerusalem telah mengajukan banding lewat pusat studi tahanan dan HAM AHRAR untuk pembebasan Hamdiye yang kini menderita gangguan mobilitas dan kelumpuhan pada salah satu tangannya.
Kantor berita PIC (Palestinian Information Center) melaporkan, direktur AHRAR Fuad Al-Khuffash mengatakan ayah tiga anak ini diculik dari sekolah tempatnya bekerja pada 23 Oktober 2011. Pasukan zionis menyiksanya kemudian mengikat Hamdiye di depan murid-murid dan para rekannya di sekolah.
Ibunda Hamdiye, Um Mohammed mengungkapkan, sejak masih kecil, tangan kiri puteranya menderita kelumpuhan. “Pasukan ‘Israel’ tidak memedulikan kondisi kesehatan Fuad yang lumpuh tangannya dan tetap menahannya dengan alasan ia orang yang berbahaya,” ujarnya.
Ibunda Hamdiye juga menuturkan puteranya dalam tahap akhir S2 dan hampir menyelesaikan tesisnya. Namun, penjajah Zionis menyita semua pekerjaan tesisnya. “Di penjara, Fuad mengajar para tahanan dan memberikan pelajaran kepada para siswa SMA. Meski di dalam penjara, ia tidak menyia-nyiakan waktunya dan membantu para tahanan,” imbuh sang bunda.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Yahudi Indian Amerika Diminta Menetap di Palestina
Sesudah 210 Hari Mogok Makan, Baru Samir Dipindah ke Rumah Sakit »