Syeikh Salah: ‘Penjajah Zionis Berencana Bunuh Al-Qiq Pelan-pelan’
18 February 2016, 18:47.

Foto: PIC
BAITUL MAQDIS TERJAJAH, Kamis (PIC): Kepala Gerakan Islam di Wilayah Palestina Terjajah sejak 1948, Syeikh Raed Salah mengatakan, Muhammad Al-Qiq sekarat setelah 85 hari melakukan aksi mogok makan di tahanan Zionis. Syeikh Raed juga memperingatkan perihal rencana penjajah Zionis membunuh pelan-pelan Al-Qiq. “Sekarang ini Al-Qiq hanya tinggal kulit dan tulang tengkorak. Ia tak bisa merespon siapapun yang bicara dengannya,” kata Syeikh Salah. Lanjutnya, “Tanda-tanda stroke mematikan telah mulai muncul di tubuhnya yang sudah sangat lelah. Kondisinya kian memburuk akibat penolakannya untuk menjalani pemeriksaan medis.”
Berbicara dari luar rumah sakit di Afula, Syeikh Raed Salah mengatakan, “Penjajah Zionis sudah gila dan mulai memburu kita setelah mereka tahu perihal solidaritas mogok makan kita. Petugas memaksa kita keluar dari rumah sakit dan menculik tiga relawan semalam, serta memukuli mereka dengan kejam,” kata Syeikh Salah. Ia menambahkan, sejumlah warga Palestina akan meneruskan mogok makan terbuka sebagai wujud solidaritas terhadap Al-Qiq.
Syeikh Salah mengutip pernyataan Al-Qiq bahwa ia melakukan mogok makan untuk menyuarakan penolakannya atas penindasan dan penyiksaan yang dilakukan penjajah Zionis, serta pelanggaran terhadap hak-hak rakyat Palestina di depan masyarakat internasional. “Saya tidak menerima setengah solusi; pilihannya hanya bebas atau syahid,” ungkap Al-Qiq.
Al-Qiq ditangkap dari rumahnya di Ramallah pada 21 November 2015 dan mengalami penyiksaan parah selama proses penyelidikan. Kemudian, ia dijatuhi penahanan administratif. Penahanan tanpa sidang atau dakwaan itulah yang membuat ia melakukan aksi mogok makan.* (PIC | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
