Ibu Palestina Ini Ditembak Berkali-kali, Paramedis Dilarang Menolong

9 March 2016, 15:46.
Foto: Quds Press

Foto: Quds Press

BAITUL MAQDIS, Rabu (Ma’an News Agency): Pasukan penjajah Zionis menembak dan membunuh seorang wanita Palestina setelah menuduh ia berupaya menikam petugas Zionis yang berjaga di gerbang Al-Qatanin Masjid al-Aqsha, Kota Tua Timur Baitul Maqdis terjajah, kemarin (9/3). Seorang saksi mata mengidentifikasi wanita tersebut bernama Fadwa Ahmad Abu Teir (50 tahun), ibu dari tiga anak asal kawasan Um Tuba di Timur Baitul Maqdis. Saksi mata mengungkapkan pada Ma’an, para petugas Zionis menembak wanita itu beberapa kali di jalan al-Wad dan melarang paramedis mendekatinya sehingga ia meninggal dunia di tempat kejadian.

Saksi mata lainnya mengungkapkan, mereka melihat serdadu Zionis menembaknya dari jarak sangat dekat. Juru bicara petugas Zionis Luba al-Samri beralasan, penembakan itu dilakukan karena mereka melihat wanita tersebut mencabut sebilah pisau dan mendekati petugas perbatasan. Tak ada seorang pun serdadu ‘Israel’ yang menjadi korban dalam insiden yang diklaim penjajah sebagai “ancaman nyata” itu. Saksi mata juga mengatakan, wanita itu sama sekali tak memiliki pisau dan tidak berupaya menikam serdadu. Menurut saksi mata, satu-satunya hal yang dilakukan wanita itu adalah ia tidak berhenti berjalan saat para serdadu Zionis melarangnya melewati gerbang.

Amin Abu Ghazala, seorang dokter di klinik Bulan Sabit Merah Palestina di Kota Tua mengatakan, serdadu Zionis “menyia-nyiakan peluang wanita itu bisa diselamatkan.”Abu Ghazala yakin sepuluh menit waktu yang cukup untuk menyelamatkan jiwanya, namun paramedis Bulan Sabit Merah dilarang mendekati Abu Teir. Abu Ghazala mengatakan, penjajah menembak mata Abu Teir dan dua tembakan lagi pada bagian perutnya. Usai kejadian, penjajah Zionis mengerahkan sejumlah besar serdadu dan petugas keamanan ke Kota Tua, dan seluruh pintu gerbang menuju kompleks Masjidil Aqsha ditutup.

Kota Tua Baitul Maqdis menjadi tempat terjadinya sejumlah serangan oleh warga Palestina –yang kian meningkat pada Oktober lalu– sebelum akhirnya meluas ke Tepi Barat terjajah. Ketegangan memanas di wilayah Kota Tua seiring dengan meningkatnya insiden penyerbuan kompleks Masjidil Aqsha oleh sejumlah gerombolan Yahudi yang menginginkan penghancuran masjid.

Jalan al-Wad, tempat Abu Teir terbunuh, merupakan jalan menuju Pintu Damaskus melewati Muslim Quarter (wilayah khusus bagi kaum Muslim), dengan sejumlah jalan kecil menuju kompleks Masjidil Aqsha sebelum berakhir di plaza Tembok Barat, sebuah tempat yang dianggap suci oleh orang-orang Yahudi. Jalan al-Wad –yang dikenal juga dengan nama Jalan HaGai– dijaga ketat oleh pasukan Zionis. Penduduk Palestina atau mereka yang melewati jalan itu harus menjalani pemeriksaan.

Abu Teir merupakan satu dari hampir 200 warga Palestina yang tewas sejak pecahnya Intifadhah Al-Quds, Oktober lalu. Sebagian besar korban ditembak karena berupaya atau dituduh berupaya menyerang serdadu Zionis. Tindakan sewenang-wenang penjajah dalam menembak mati warga Palestina masih menjadi perdebatan. Pasalnya, berbagai investigasi yang dilakukan kelompok-kelompok HAM menunjukkan, sejumlah warga Palestina yang ditembak mati sama sekali tidak bersikap mengancam jiwa siapapun saat insiden penembakan terjadi. Dengan demikian, tak bisa dijadikan alasan bagi penjajah Zionis untuk melakukan aksi kekerasan yang merenggut jiwa.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Para petugas Zionis berjaga di Via Dolorosa, sebuah jalan di Kota Tua Baitul Maqdis yang bersimpangan dengan Jalan al-Wad. Foto: MaanImages/Emily Mulder, Dokumentasi)

Para petugas Zionis berjaga di Via Dolorosa, sebuah jalan di Kota Tua Baitul Maqdis yang bersimpangan dengan Jalan al-Wad. Foto: MaanImages/Emily Mulder, Dokumentasi)

Jalan al-Wad usai insiden penembakan. Foto: Milik juru bicara petugas Zionis

Jalan al-Wad usai insiden penembakan. Foto: Milik juru bicara petugas Zionis

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Wanita Palestina Ditangkap Saat Protes ‘Daftar Hitam’ di Masjidil Aqsha
Kemarin, Penjajah Zionis Tembak Mati Tiga Warga Palestina di Jalanan »