Tiga Muhajirin Suriah Berenang ke Turki Setelah Diusir Yunani
8 July 2021, 10:27.
![Seorang muhajirin berenang menyelamatkan diri dari sebuah pulau di tengah Sungai Evros, setelah terjebak selama dua hari. Sebelumnya ia mencoba menyeberang ke Yunani pada 1 Maret 2020, bertolak dari Edirne, Turki. [Burak Kara/Getty Images]](http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2021/07/Berita-2224-8-Juli-2021-800x533.jpg)
Seorang muhajirin berenang menyelamatkan diri dari sebuah pulau di tengah Sungai Evros, setelah terjebak selama dua hari. Sebelumnya ia mencoba menyeberang ke Yunani pada 1 Maret 2020, bertolak dari Edirne, Turki. [Burak Kara/Getty Images]
TURKI (Middle East Monitor) – Tiga muhajirin Suriah memutuskan berenang kembali ke Turki, setelah rezim Yunani menolak permohonan suaka mereka.
Setelah menerima panggilan darurat, penjaga pantai Turki bergegas menuju ke Aydin, lokasi di mana tiga muhajirin ditemukan.
Ketiga muhajirin Suriah dihubungkan dengan Direktorat Migrasi di Aydin; setelah penjaga pantai memastikan bahwa mereka dalam keadaan sehat.
Amnesty International, belum lama ini, mengecam rezim Yunani atas penyiksaan, perlakuan buruk, dan pengusiran yang dilakukan secara ilegal terhadap para muhajirin ke wilayah Turki.
Dalam sebuah laporan berjudul “Yunani: Kekerasan, Kebohongan, dan Pengusiran”, Amnesty melaporkan bahwa pengusiran para muhajirin oleh rezim Yunani, baik di darat maupun di laut, kerap menjaring orang-orang yang ditangkap sejauh 700 kilometer di dalam wilayah Yunani.
Kelompok HAM menyebutkan telah terjadi 21 insiden yang melibatkan sekira 1.000 orang.
Banyak di antara kaum muhajirin menjadi sasaran kekerasan sebelum diusir kembali ke Turki. (Middle East Monitor)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
