Media Swiss: “Rezim Assad Gunakan Material yang Diimpor dari Swiss untuk Membuat Senjata Kimia”
8 July 2021, 10:32.
![Bangunan Laboratorium Spiez, Institut Federal Swiss untuk Perlindungan NBC (nuklir, biologi, kimia). Spiez tengah menganalisis data terkait serangan gas beracun di Suriah. Foto diambil 14 September 2018. [FABRICE COFFRINI/AFP via Getty Images]](http://sahabatalaqsha.com/nws/wp-content/uploads/2021/07/Berita-2225-8-Juli-2021-800x533.jpg)
Bangunan Laboratorium Spiez, Institut Federal Swiss untuk Perlindungan NBC (nuklir, biologi, kimia). Spiez tengah menganalisis data terkait serangan gas beracun di Suriah. Foto diambil 14 September 2018. [FABRICE COFFRINI/AFP via Getty Images]
SWISS (Middle East Monitor) – Situs berita Swiss, SonntagsZeitung, melaporkan bahwa rezim Bashar Al-Assad telah menggunakan bahan kimia yang diimpor dari Swiss untuk memproduksi senjata kimia pada tahun 2014.
SonntagsZeitung mengutip mantan Brigadir Jenderal Suriah, Zaher Al-Saket, yang mengatakan bahwa lima ton Isopropanol dan 280 kilogram Diethylamine, tanpa diragukan lagi, telah digunakan untuk produksi senjata kimia.
SonntagsZeitung menjelaskan, Isopropanol dan Diethylamine adalah material serbaguna; bisa ditemukan dalam produk yang digunakan dalam aktivitas sehari-hari maupun militer.
Isopropanol biasa ditemukan dalam disinfektan, bahan pembersih, cat, dan pernis.
Namun material itu juga merupakan komponen utama jenis gas yang digunakan dalam serangan kimia, yang diduga kuat dilakukan rezim Assad.
Bahan kimia yang diimpor oleh Syria Mediterranean Pharmaceutical Industries (MPI) berasal dari Duisburg di Jerman, lalu dikirim ke Basel.
Material selanjutnya dikirim melalui Rhine, kemudian melintasi lautan menuju Latakia di Suriah.
Surat kabar Asharq Al-Awsat menyebut MPI “hanya menggunakan sekitar 20 persen dari barang yang didatangkan. Adapun 80%-nya tidak diketahui.
Ahad (4/7/2021), kelompok Brenntag Jerman, yang memiliki perusahaan pengekspor Swiss, mengklaim “pengiriman kedua produk dilakukan sesuai dengan peraturan yang ada”.
Brenntag juga mengklaim Sekretariat Swiss untuk Urusan Ekonomi (SECO) telah memastikan bahwa perusahaan tidak melakukan pelanggaran. (Middle East Monitor)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
