Mereka Berusaha Alihkan Perhatian Kita dari Nasib Para Tawanan
7 March 2013, 11:45.

Ilustrasi sebuah sel di penjara zionis. Lebih dari 6000 orang saudara-saudari Palestina kita disiksa di sel-sel seperti ini, sekarang. foto: Occupied Palestine
JAKARTA, Kamis (SahabatAlAqsha.com): Pasukan penjajah zionis ‘israel’ yang ditempatkan di sepanjang garis perbatasan antara Jalur Gaza dan wilayah 1967 yang dijajah oleh zionis terus menembaki warga Palestina, terutama para petani. Demikian dilaporkan Occupied Palestine. Serangan-serangan ini menyalahi kesepakatan gencatan senjata antara HAMAS dengan ‘Israel’ yang disepakati Nopember 2012.
Kesepakatan gencatan senjata yang diteken di Kairo di bawah dukungan Mesir menetapkan, ‘israel’ harus menghentikan semua aktivitas militer, mengizinkan para petani Palestina untuk menggarap lahan mereka yang berada di dekat perbatasan, secara bertahap menghentikan blokade atas Gaza, membuka perbatasan komersial dan mengizinkan para nelayan untuk melaut hingga enam mil laut. Sebagai gantinya, HAMAS berjanji untuk menahan serangan roket.
Namun, seperti biasa dan sudah diduga sebelumnya, ‘israel’ ingkar janjinya. Mereka terus menembaki warga Palestina, para petani serta nelayan dan bahkan sudah membunuh sedikitnya tiga warga Palestina dan melukai 50 orang lebih lainnya sejak kesepakatan itu ditandatangani. Baru-baru ini, tiga warga Palestina di Utara Jalur Gaza dilaporkan terluka akibat serangan Zionis.
Pemimpin kelompok perlawanan Jihad Islam, Ahmad Al-Modalal mengatakan, dengan menembaki warga Palestina dan para petani, ‘israel’ tengah mencoba memprovokasi para pejuang Palestina untuk membalas dan membuka konflik baru.
Ia juga mengungkapkan, para pejuang Palestina telah menunjukkan sikap yang baik dan bijaksana terhadap janji mereka. Namun sikap ini bukan berarti mereka menyerah terhadap perjuangan hak-hak Palestina.
Pihaknya, ujar dia, terus mengawasi semua pelanggaran ‘israel’ dan akan menyampaikannya kepada Mesir yang menjadi mediator mereka waktu kesepakatan gencatan. Al-Modalal menegaskan, semua opsi terbuka jika zionis ‘israel’ terus melanggar kesepakatan dan terus merugikan para tawanan dan penduduk Tepi Barat. Ia menambahkan, pihaknya sudah siap merespon semua pelanggaran ‘israel’.
Mengenai pengumuman ‘israel’ terkait roket yang ditembakkan ke Asqalon, Al-Modalal mengatakan, itu merupakan pesan yang jelas kepada zionis untuk menghentikan semua aksi biadabnya terhadap para tahanan dan menjaga janjinya dalam kesepakatan gencatan sebelum situasi meledak.
Ia tidak menutup kemungingkan adanya konfrontasi militer baru antara para pejuang Palestina dengan pasukan zionis. Ia juga mengatakan, zionis harus berpikir ulang sebelum mengambil langkah menyerang Gaza karena besarnya potensi kerugian yang bisa diderita zionis, padahal gerakan perlawanan di Gaza belum mengeluarkan semua kekuatannya.
Pemimpin HAMAS, Yahia Moussa mengatakan, tujuan segala pelanggaran yang dilakukan zionis adalah untuk mengikis harapan rakyat Palestina dan memaksakan aturan mereka. Namun gerakan perlawanan akan tetap waspada dan memaksa zionis memenuhi kesepakatan gencatan senjata. Gerakan perlawanan juga terus meningkatkan kemampuan militernya yang akan memaksa penjajah zionis menyerah pada perlawanan Palestina.
Dalam wawancara dengan Al-Istiqlal, Moussa juga menyebutkan, pihaknya berusaha meningkatkan kekuatan untuk mempertahankan hak-hak rakyat Palestina. Ia menambahkan, sejak akhir perang 2008, gerakan perlawanan tidak pernah berhenti mempersiapkan diri untuk menghadapi zionis.
Moussa memuji peran Mesir dalam menghadapi situasi di Palestina. Ia berharap Mesir dapat melipatgandakan upayanya untuk menghentikan segala pelanggaran zionis.
Moussa membantah tuduhan zionis, bahwa gerakan perlawanan di Gaza menembakkan roket ke sejumlah kota di mereka. Tuduhan itu, ujarnya, sengaja dibuat untuk menciptakan konfrontasi baru dengan Gaza dan mempersulit kehidupan para tawanan Palestina di penjara-penjara zionis.
Sengaja Melanggar
Sementara itu, analis politik, Hassan El Kashef mengatakan, zionis telah mengadopsi sebuah kebijakan pelanggaran sistematik atas gencatan senjata untuk mencapai tujuan dan kepentingannya. Dia melanjutkan, setiap pelanggaran yang dilakukan zionis memiliki tujuan dan itu bukan hanya sebuah insiden tersendiri.
Ia mengatakan kepada Al-Istiqlal, bahwa saat ini zionis berusaha mengalihkan perhatian publik atas kondisi para tawanan Palestina di penjara-penjaranya. Zionis menemukan sebuah celah di antara kemarahan rakyat Palestina di Tepi Barat atas kematian Arafat Jaradat di penjaranya.
“Zionis juga mencari kesempatan untuk memicu konflik militer dengan para pejuang Palestina,” kata Moussa. Ia mengingatkan faksi-faksi Palestina untuk menahan diri dan membaca situasi dengan cermat agar tidak masuk perangkap zionis. Ia juga menyerukan agar semua faksi bersatu melawan zionis.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
