Dua Relawan Gaza Berkebangsaan Inggris Diperkosa di Libya
31 March 2013, 13:10.
YOGYAKARTA, Ahad (SahabatAlAqsha.com): Dua orang relawan Inggris yang ikut dalam konvoi kemanusiaan untuk Jalur Gaza menjadi korban pemerkosaan oleh lima pria di kota Benghazi, Libya Timur. Demikian diungkapkan Wakil Perdana Menteri Libya, Awadh al-Barassi pada hari Kamis (28/3), seperti dikutip dari kantor berita AFP.
“Kedua wanita itu berdarah Pakistan. Mereka diperkosa secara brutal di depan ayahnya,” ujar Barassi dalam akun Facebook-nya. Barassi mengatakan sudah bertemu dengan kedua korban di Benghazi pada Kamis kemarin dan pihak keluarga terlihat dalam kondisi psikologis yang sangat terguncang.
Bersama ayah mereka, kedua relawan ini ikut dalam sebuah konvoi kemanusiaan menuju Jalur Gaza yang disebut AFP diselenggarakan oleh LSM Turki, IHH.
Dalam pernyataan resmi IHH yang diterima Sahabat Al-Aqsha, organisasi kemanusiaan terbesar di Turki itu menegaskan, IHH bukan penyelenggara konvoi kemanusiaan tersebut seperti yang disebutkan AFP.
“Lantaran ada beberapa relawan alumni Armada Kebebasan (Freedom Flotilla) yang ikut di dalamnya, konvoi itu disebut terinspirasi oleh Mavi Marmara dan memakai nama ini dalam misi kemanusiaannya. IHH sendiri hanya terlibat dalam proses penyelamatan para keluarga setelah insiden tersebut terjadi,” demikian pernyataan resmi IHH.

Poster konvoi kemanusiaan dari Inggris ke Gaza itu. foto: Gaza Aid Convoy
Karena konvoi tersebut tidak diizinkan oleh Mesir untuk masuk lewat Libya, akhirnya beberapa orang dari rombongan memutuskan kembali ke Benghazi ditemani dua warga Inggris lainnya untuk mencari penerbangan pulang. Namun ketika mereka tiba di Benghazi, mereka diculik oleh lima pria tidak dikenal.
Menurut penjelasan IHH, konvoi itu berangkat dari Inggris beberapa minggu lalu membawa barang-barang bantuan kemanusiaan. Setelah melewati Prancis, Spanyol, Maroko, Tunisia, dan Aljazair, konvoi tiba di Libya. Saat menunggu di Libya itulah, sebuah keluarga yang terdiri dari tiga putri dan seorang ayah, memutuskan untuk pulang ke Inggris. Dalam perjalanan menuju bandara mereka diculik.
Begitu mendengar kejadian tersebut, dan setelah diminta oleh sebagian relawan dalam konvoi itu, IHH segera menerbangkan tim diplomasi kemanusiaan. Di Libya tim itu segera menggerakkan berbagai pihak untuk membebaskan keluarga relawan itu. Alhamdulillah berhasil.
IHH berterima kasih kepada para staf Konsulat Jenderal Turki dan warga Libya yang menunjukkan simpatinya atas kejadian ini.
Sebuah sumber diplomatik Barat yang dikutip AFP mengatakan, sejumlah tersangka sudah ditangkap tapi tidak disebutkan jumlahnya.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
