Saudari Abu Hamdiyah: “Otorita Palestina Bertanggung Jawab atas Kematian Abu Hamdiya”

3 April 2013, 12:12.

Maysara Abu Hamdiya. foto: PIC

YOGYAKARTA, Rabu (SahabatAlAqsha.com): Saudari tahanan Palestina yang tewas akibat penyakit kanker di penjara zionis, Maysara Abu Hamdiyah menyebutkan, selain penjajah ‘israel’, Otorita Palestina pun bertanggung jawab atas kematian Abu Hamdiyah yang merupakan salah satu pemimpin Fatah di Hebron.

“Penjajah zionis mengabaikan perawatan saudara saya hingga membuatnya tewas. Tapi Otorita Palestina juga seharusnya konsisten pada janjinya untuk berusaha bebaskan para tawanan Palestina yang sakit,” ujar Itidhal Abu Hamdiyah kepada kantor berita PIC (Palestinian Information Center).

Itidhal minta masyarakat internasional untuk membantu selamatkan 24 tawanan Palestina lainnya yang tengah sakit, terutama mereka yang menderita kanker.

Itidhal juga menyatakan, keluarga membolehkan tubuh Abu Hamdiyah diautopsi sebelum dikubur. Abu Hamdiyah memiliki empat orang anak yang tinggal di Yordania dan seorang lagi di Amerika Serikat. Sudah lebih dari 207 tahanan Palestina tewas di penjara zionis ‘israel’ akibat pelayanan kesehatan yang buruk. Jumlah ini juga termasuk mereka yang tewas karena ditembak, dipukuli dan berbagai penyiksaan lainnya.

Pain killer

Kematian Maysara abu Hamdiya memicu ketegangan di penjara-penjara zionis ‘israel’. Para tawanan Palestina memutuskan melancarkan aksi mogok makan selama tiga hari untuk memprotes buruknya pelayanan kesehatan yang diterima Abu Hamdiyah.

Maan News melaporkan, selama sakitnya bertambah parah, Abu hamdiya hanya diberi obat penghilang rasa sakit (pain killer) oleh pihak penjara zionis. Baru akhir Maret kemarin ia dibawa ke rumah sakit Soroka.

Hari Selasa kemarin, para tahanan dari semua faksi mengumumkan aksi mogok makan selama tiga hari. Para tahanan di penjara Eshel, tempat Abu Hamdiya disekap membakar selimutnya dan menolak kembali ke sel mereka. Aksi protes juga terjadi di penjara Nafha. Para tahanan membanting pintu sel ketika mendengar berita kematian Abu Hamdiya.

Presiden Mahmoud Abbas mengatakan, zionis bertanggung jawab atas kematian Abu Hamdiya. “Kematiannya menunjukkan pemerintah ‘israel’ arogan dan keras kepala. Kami telah mencoba membebaskannya untuk dirawat tapi pemerintah ‘israel’ menolak hingga ia akhirnya tewas,” ujarnya. Di Hebron, toko-toko dilaporkan tutup setelah Fatah mengumumkan tiga hari masa berkabung untuk Abu Hamdiya.

Sementara itu, tahanan Palestina yang telah mogok makan selama sembilan bulan, Samir Issawi juga menyampaikan belasungkawa atas kematian Abu Hamdiya. “Ia tewas dalam perjuangan kehormatan dan kemuliaan yang juga sedang diperjuangkan oleh ribuan rakyat Palestina,” ujarnya dalam sebuah surat yang disampaikan melalui pengacaranya, Jawad Boulus.

Issawi sendiri kini dalam kondisi memprihatinkan. Otot-otot jantungnya melemah dan rendahnya kandungan mineral dan garam dalam darahnya mengancam kerusakan otak.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Kurang Kerjaan, Pasukan Zionis Periksa Tas Anak Sekolah, Dituduh Bawa Bom
Israel: “Batalkan Proses Hukum Mavi Marmara.” Turki: “Itu Terserah Keluarga Syuhada.” »