Israel: “Batalkan Proses Hukum Mavi Marmara.” Turki: “Itu Terserah Keluarga Syuhada.”

3 April 2013, 13:04.

YOGYAKARTA, Rabu (SahabatAlAqsha.com): Penjajah zionis ‘israel’ menjanjikan “puluhan juta dolar” sebagai kompensasi kepada keluarga sembilan aktivis Turki yang tewas dalam serangan Mavi Marmara 2010, dengan syarat pemerintah Turki membatalkan seluruh proses pengadilan yang akan menyeret beberapa jenderalnya ke penjara.

Kompensasi “puluhan juta dolar” itu merupakan bagian dari upaya pemulihan hubungan diplomatik antara ‘israel’ dan Turki. Seorang pejabat Turki yang tidak mau disebut namanya dikutip harian Haaretz, mengatakan, belum ditentukan kapan uang kompensasi itu akan diberikan kepada keluarga sembilan relawan Turki yang ditembak mati zionis ‘Israel’ di atas kapal Mavi Marmara, 31 Mei 2010.

Mavi Marmara adalah satu dari enam kapal kemanusiaan bagian dari gerakan Freedom Flotilla to Gaza (Armada Kebebasan untuk Gaza) yang mengangkut sekitar 10 ribu ton bantuan dan berusaha menembus kepungan laut zionis ‘israel’ atas Jalur Gaza. Subuh 31 Mei 2010, kapal-kapal kemanusiaan itu diserbu angkatan bajak laut zionis. Sembilan orang tewas, syahid insya Allah, dan lebih dari 50 orang luka parah. Sampai hari ini ada seorang relawan Turki yang masih dalam keadaan koma karena ditembak kepalanya, bernama Ugur Suleyman.

Menurut sumber itu yang dikutip Haaretz, permintaan pembatalan proses pengadilan yang disampaikan ‘israel’ bisa jadi ganjalan pemulihan hubungan Turki-‘israel’.

Harian Al-Akhbar edisi bahasa Inggris melaporkan, sumber yang dikutip Haaretz menyebutkan Turki tidak bisa secara legal memaksa pihak keluarga korban membatalkan tuntutan mereka. “Satu-satunya cara adalah membujuk mereka menarik tuntutan mereka tapi mereka tetap tidak bisa dipaksa untuk melakukannya,” ujar dia.

Selama hampir tiga tahun, zionis ‘israel’ menolak meminta maaf kepada Turki atas serangan itu. Atas bujukan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, Perdana Menteri zionis Benjamin Netanyahu akhirnya menelfon Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan dan meminta maaf. Erdogan menerima permintaan maaf itu dan kini kedua negara tengah dalam proses pemulihan hubungan.

Reporter Ynet pekan lalu melaporkan, Menteri Luar Negeri Turki, Ahmet Davutoglu mengatakan, normalisasi hubungan Turki dan ‘israel’ tergantung pada tiga hal, yaitu permintaan maaf kepada para keluarga korban, pemberian kompensasi dan diakhirinya blokade atas Gaza.* (MR/ Sahabat al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Saudari Abu Hamdiyah: “Otorita Palestina Bertanggung Jawab atas Kematian Abu Hamdiya”
Khalid Misy’al: Petinggi Tanpa Dasi, Lulus Ujian tapi Rendah Hati »