Zionis: “Anda Bebas tapi Tidak Boleh Tinggal di Al-Quds.” Issawi: “Tidak. Saya Bebas dan Tetap di Al-Quds.”
17 April 2013, 13:52.

Samer Issawi, sudah lebih 265 hari melawan zionis dengan rasa lapar, digiring oleh tiga serdadu. foto: Maan News
YOGYAKARTA, Rabu (SahabatAlAqsha.com): Berbagai usaha dilakukan penjajah zionis ‘israel’ untuk meyakinkan tawanan pemogok makan Samer Issawi untuk menghentikan perlawanannya, demikian seorang pengacara menyampaikan kepada Maan News kemarin (16/4).
Perunding zionis telah mengunjungi Issawi di Kaplan Medical Center sejak Jum’at dan menekan tawanan itu untuk menerima usulan penghentian mogok makan. Informasi ini disampaikan oleh pengacara Masyarakat Tawanan Palestina Jawad Boulos.
Jawad menambahkan, menurut para dokter jantung Issawi sudah sangat lemah. Tawanan asal kota Al-Quds itu tidak makan selama lebih dari 265 hari. Issawi menolak dibebaskan oleh zionis dengan syarat ia dideportasi ke luar Palestina. Ia berkeras dibebaskan untuk hidup di kota Al-Quds, kota kelahiran dan tempat tinggalnya.
Hari Jum’at lalu, penjajah zionis menawarkan kepada Issawi untuk bebas dan ditempatkan di salah satu negara anggota PBB, dengan bujuk rayu bahwa itu “untuk kepentingan pemulihan kesehatannya sendiri”.
Diantara negara yang ditawarkan termasuk Mesir, Yordania, Turki, Findlandia, dan Swiss, dengan jaminan diberikan fasilitas rumah, kesehatan, dan lain-lain. Issawi menolak.
Menurut Jawad, terakhir ‘zionis’ menawarkan kepada Issawi untuk dibebaskan tapi tinggal di Jalur Gaza, masih wilayah Palestina. Issawi menolak.
Samer Issawi, 33 tahun, pertama kali dipenjara tahun 2002 dan divonis 26 tahun atas tuduhan kegiatan militer atas nama Front Demokratik untuk Pembebasan Palestina (DFLP).
Ia dibebaskan oleh zionis dalam pertukaran tawanan pada bulan Oktober 2011, tapi ditangkap lagi pada bulan Juli karena bepergian ke Tepi Barat melalui Al-Quds Timur.
Zionis menuduh Issawi pergi ke Tepi Barat untuk membangun “jaringan teroris” dan memaksa Issawi meneruskan sisa waktu penawanannya.
Issawi adalah empat tawanan Palestina terakhir yang memperpanjang mogok makannya di penjara zionis. Dua tawanan lain menghentikan mogok makannya Pebruari lalu. Tawanan ketiga dibebaskan, dan dibuang dari daerah asalnya di Tepi Barat ke Jalur Gaza bulan lalu, untuk masa 10 tahun.* (Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
