Poster-poster Sahabat Al-Aqsha di ‘Mahmoud Darwish Memorial Gallery’

17 April 2013, 14:57.

Tampilan kamar khusus untuk poster-poster Sahabat Al-Aqsha di “Mahmoud Darwish Memorial Gallery”. Screenshot: Sahabat Al-Aqsha

YOGYAKARTA, Rabu (SahabatAlAqsha.com): Dengan izin Allah, poster-poster yang pernah diterbitkan Sahabat Al-Aqsha kini diapresiasi oleh sebuah galeri desain poster Palestina terbesar di dunia.

“Sahabat Al-Aqsha – The Silaturrahim Network of Indonesian-Palestinian Families” kini diberi kamar khusus di Mahmoud Darwish Memorial Gallery.

Galeri ini merupakan bagian dari proyek besar yang sudah berumur lebih dari 30 tahun bernama “Arsip-arsip Proyek Poster Palestina”. Ini adalah sebuah gerakan kebudayaan yang merekam sejarah tanah suci itu dengan mendokumentasi semua poster relevan yang pernah terbit di seluruh dunia.

Sampai berita ini diturunkan, galeri ini telah mendokumentasi 8611 poster hasil karya 1745 seniman poster. Poster-poster itu disimpan baik dalam bentuk cetakan asli maupun digital.

Kurator

Dan Walsh, kurator galeri itu menulis kepada Sahabat Al-Aqsha, “Terima kasih sudah memberikan rincian data tentang poster-poster ini. Sangat membantu sekali.”

Walsh juga bersemangat meyakinkan Sahabat Al-Aqsha untuk memberikan seluruh poster yang pernah mengikuti “Lomba Desain Poster Bulan Intifadhah 2011” yang diselenggarakan oleh Sahabat Al-Aqsha.

Ketika dijawab akan diseleksi dulu, Walsh yang tinggal di Silver Spring, Maryland, Amerika Serikat ini berargumen, “Tidak usah diseleksi. Semuanya saja. Kita harus menghargai semua seniman poster yang menunjukkan pembelaannya terhadap keadilan untuk rakyat Palestina. Tidak penting apakah mereka menang atau tidak dalam lomba itu…”

Dengan memamerkan semua poster itu, menurut Walsh, kita akan menunjukkan kepada dunia, luasnya dukungan kepada perjuangan untuk Palestina.

Koleksi Mahmoud Darwish Memorial Gallery sangat luas. Selain poster-poster yang membela Palestina, juga ada poster-poster propaganda zionisme sebelum didirikannya negara Yahudi di atas tanah Palestina dari awal abad ke-20. Bahkan ada poster propaganda NAZI Jerman berbahasa Russia tentang bahaya Yahudi bagi umat manusia. Nama Mahmoud Darwish diambil dari seorang penyair dan budayawan Palestina terkenal yang sudah wafat.

Kerja Sama

Dan Walsh, lulusan Georgetown University, yang oleh koran Haaretz disebut sebagai “penganut politik radikal dan seniman grafis” ini juga mengizinkan Sahabat Al-Aqsha memamerkan poster-poster dari galeri Mahmoud Darwish di website kita, maupun untuk dipamerkan secara off-line.

Diantara poster pertama terbitan Sahabat Al-Aqsha yang dipilih oleh Walsh untuk dipamerkan di galeri itu ialah karya Wiko Williams, Juara Kedua Lomba Desain Poster Bulan Intifadhah 2011, yang berjudul “Jangan Pura-pura Buta dan Tuli… Gerakkan Hati dan Jiwa Kita untuk Palestina”.

Poster lain ialah karya Khariz Fahrurrozi berjudul “I step on it everyday. You?” Meskipun tidak menang dalam lomba itu, rupanya karya ini menarik perhatian kuratornya yang fasih berbahasa Arab itu.

Sahabat Al-Aqsha bukan kontributor Indonesia pertama di galeri ini. Kita juga akan menemukan nama-nama Indonesia, diantaranya Seto Buje, Tarcisius Sutanto, Donny Alamsyah, dan Andrew Lumban Gaol. Semua karya mereka bertema membela rakyat Palestina. Karya Tarcisius Sutanto yang berjudul “Home Sick Home” bahkan tercatat dibikin tahun 1979.

Ketua Umum Sahabat Al-Aqsha, M. Fanni Rahman mengisyaratkan, perlunya dalam waktu dekat diadakan lagi lomba desain poster. “Tahun 2011 tempo hari hadiahnya beberapa keping dinar emas, dan pesertanya ratusan seniman,” kata Fanni.

Silakan berkunjung ke kamar kita di Mahmoud Darwish Memorial Gallery klik di sini. Kemudian silakan lanjutkan menelurusi sejarah hebat tanah suci Palestina di kamar-kamar utama galeri itu.

Semoga Allah ridha.* (Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Zionis: “Anda Bebas tapi Tidak Boleh Tinggal di Al-Quds.” Issawi: “Tidak. Saya Bebas dan Tetap di Al-Quds.”
Pejuang-pejuang Gaza yang Tak Bersenjata, Siap Setor Nyawa »