Kurikulum Baru Yerusalem, Buku Teks Palestina Dilarang

29 August 2013, 14:31.
Siswi-siswi sekolah Palestina di Al-Quds kini dlarang oleh penjajah menggunakan buku-buku teks terbitan Palestina. foto: Alray

Siswi-siswi sekolah Palestina di Al-Quds kini dilarang oleh penjajah menggunakan buku-buku teks terbitan Palestina. foto: Alray

YOGYAKARTA, Kamis (Sahabatalaqsha.com): Pemerintah penjajah zionis ‘israel’ hari Selasa 27/8 memutuskan untuk menerapkan kurikulum ‘israel’ pada sekolah-sekolah swasta Arab di Al-Quds Timur dan menghilangkan semua buku teks Palestina.

Kantor berita Alray mengutip sumber ‘israel’ mengungkapkan, telah dilakukan pertemuan dengan kepala-kepala sekolah Arab dan ‘israel’ di kota Herzliya terkait penetapan kurikulum ‘israel’ ini.

Pada awal tahun ini, pemerintah Yerusalem mengirimkan surat kepada kepala-kepala sekolah swasta yang menyebutkan adanya alokasi dana dari otoritas ‘israel’ yang kemudian menginstruksikan sekolah-sekolah agar hanya menggunakan buku teks dari Administrasi Pendidikan Yerusalem—badan yang merupakan bagian dari pemerintahan dan Kementerian Pendidikan ‘israel’.

Penetapan ini langsung memicu protes dan banyak sekolah swasta terancam tutup karena menolak mengadopsi kurikulum baru ini. Namun, sudah ada lima sekolah Arab yang memutuskan menerapkan kurikulum ‘israel’ tersebut. Pemerintah ‘israel’ lalu memberikan ‘penghargaan’ kepada kelima sekolah ini berupa uang tambahan dan dana 2.000 shekel untuk setiap anak sekolah yang mendaftar di lima sekolah ini.

Kelima sekolah itu adalah sekolah pria Sur Baher, sekolah wanita Sur Baher, Ibn Khaldun, Ibn Rushd dan Abdullah Bin Al Hussein. Kepala komite orangtua murid Abdel Karim Lafi mengatakan, “Kami sudah menerima sebuah buku untuk kelas IV dengan judul “We Think, We Express”. Semua penulis dalam buku ini adalah orang-orang ‘israel’. Ini menunjukkan bahwa sekolah-sekolah swasta telah menerima kurikulum ‘israel’. Ini adalah langkah pertama untuk menghapus Palestina dari kota ini.”

Siswa-siswa Palestina dan para anggota dari sistem sekolah di Yerusalem berencana menggelar unjuk rasa antara Selasa 13 September-Kamis 15 September mendatang dan mengancam memperpanjang aksi mogok sampai penetapan kurikulum ‘israel’ itu direvisi.

Upaya mengubah kurikulum di Yerusalem Timur ini merupakan ide dari anggota parlemen ‘israel’, Alex Miller. Anggota partai Yisrael Beiteinu yang juga kepala komite pendidikan di parlemen ‘israel’ ini mengatakan, semua kurikulum harus berbasiskan ‘israel’.

Setelah ‘israel’ mencaplok Yerusalem Timur dalam perang 1967—sebuah langkah yang tidak diakui dunia internasional, warga Palestina di Al-Quds menerapkan sistem pendidikan Yordania.

Ketika Palestina dan ‘israel’ menandatangani perjanjian Oslo, sekolah-sekolah di Al-Quds mulai menggunakan kurikulum yang dibuat oleh Otoritas Palestina. Berdasarkan data statistik Direktorat Pendidikan Yerusalem Timur tahun 2010-2011, pemerintah ‘israel’ menjalankan 50 sekolah di Al-Quds dimana 48% siswanya adalah warga Palestina.* (MR/ Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Bunuh Pegawai PBB di Kamp Pengungsi, Zionis Belum Tanggung Jawab
Sisi Berhenti Mogok Makan »