Ahli Bedah Norwegia: ‘Israel’ Gunakan Bahan Terlarang Dalam Bom
16 July 2014, 09:26.

Foto: Middle East Monitor
JALUR GAZA, Rabu (Middle East Monitor): Seorang profesor Norwegia, Mads Gilbert Frederick sangat terkejut saat memeriksa korban meninggal dan terluka yang terus berdatangan ke rumah sakit Shifa di Gaza. Menurut Gilbert yang merupakan ahli bedah ini, ia terus menggumamkan, “Ini mengerikan, menyedihkan, dan tidak bisa dipercaya. Ini adalah pembunuhan massal berencana. Ini adalah pembantaian manusia,” saat berjalan di unit perawatan intensif rumah sakit.
Dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Safa, Gilbert mengatakan bahwa dalam serangan yang sudah berlangsung selama satu minggu ini, penjajah zionis ‘Israel’ sengaja menggunakan senjata pemusnah yang dilarang secara internasional.
“Bom ‘Israel’ menyebabkan luka yang tidak bisa langsung dilihat melalui Sinar X. Lalu setelah beberapa waktu, luka tersebut mulai berdarah. Bahan yang digunakan dalam bom-bom ini tidak umum, sehingga para dokter tidak bisa menyembuhkan bagian-bagian yang terluka. Dalam beberapa kasus, dokter terpaksa mengamputasi mereka,” kata Gilbert.
Gilbert tiba di Gaza pada hari Kamis melalui pintu Rafah setelah penjajah melarang ia masuk dari perbatasan Beit Hanoun/Erez. Dokter bedah Norwegia ini telah beberapa kali datang ke Gaza, terakhir adalah saat serangan penjajah ke Gaza tahun 2012.
Gilbert mengatakan bahwa kunjungannya ke Gaza ini terasa berbeda, “Seluruh penjuru Gaza menjadi target militer dari jet-jet tempur penjajah. Tidak ada tempat yang aman di sini. Di semua tempat terdengar serangan-serangan udara, terlihat kecemasan dan ketakutan di wajah seluruh orang dan anak-anak.”
“Mesin media ‘Israel’ terus membuat propaganda bahwa mereka korban dari Hamas. Akan tetapi, kami menyaksikan sendiri bahwa itu adalah suatu kebohongan besar. Kejahatan apa yang dilakukan para wanita dan anak-anak ini sehingga harus dibunuh dan dibom? Jika ‘Israel’ tidak mau mengaku, maka mereka harus membuka Gaza agar tim internasional bisa datang dan melihat sendiri,” tegas Gilbert. * (Middle East Monitor|Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
