16 Tahun Terpisah, Ayah dan Anak Bertemu di Penjara Zionis

23 November 2014, 10:55.
Foto: PIC

Foto: PIC

AL-QUDS TERJAJAH, (PIC): Seluruh tahanan di penjara zionis Raymon menangis terisak-isak. Perasaan mereka bercampur antara sedih dan gembira saat menyaksikan Ibrahim Al-Abbasi memeluk putranya, Amru. Ayah dan anak itu dipisahkan selama 16 tahun oleh penjara dan kini keduanya dipertemukan kembali di penjara.

Ketua Komite Keluarga Tahanan Kota Al-Quds, Amjad Abu ‘Asb mengatakan, takdir mempertemukan kembali Amru dengan ayahandanya di penjara zionis setelah 16 tahun terpisah.

Amru merupakan putra ke dua dari Ibrahim Al-Abbasi. Ia ditangkap oleh penjajah zionis pada 23 Agustus lalu dan masih dalam proses persidangan. Amru disekap di penjara Eshel yang terletak di daerah gurun di kota Bi’r Sab’. “Beberapa hari yang lalu Amru dipindahkan ke penjara Raymon, tempat ayahnya disekap,” kata Amjad.

Sedangkan ayahnya, Ibrahim Al-Abbasi ditangkap penjajah zionis pada 27 September 1998, sekitar 16 tahun yang lalu. Ketika itu ia terpaksa meninggalkan keempat anaknya, termasuk Amru. Penjajah zionis menangkapnya dengan tuduhan bergabung dengan brigade Izzuddin Al-Qassam, serta beberapa kali memimpin operasi militer. Ia dijatuhi hukuman penjara selama 18 tahun. Itu berarti kini ia sudah menjalani masa hukuman 16 tahun.

Menurut penjelasan Amjad, sebelum keduanya berpelukan melepas rindu, penjajah zionis sempat memisahkan lagi keduanya selama dua hari. Ketika bis tahanan yang membawa Amru tiba di penjara Raymon, sesaat keduanya saling bertatapan. Di waktu yang sama ayahnya dibawa penjajah zionis menuju rumah sakit untuk melakukan beberapa tes medis.* (PIC|Sahabat Al-Aqsha/Abdullah)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Warga Gaza: Kapankah Pintu Rafah Dibuka?
Marwan Abu Ras: “Jangan Diam Atas Penjajahan Al-Quds dan Penodaan Masjidil Aqsha” »