Satu-satunya Pembangkit Listrik Gaza Padam

7 March 2015, 17:51.
Foto: PIC

Foto: PIC

LEBANON, Sabtu (Al-Akhbar): Satu-satunya pembangkit listrik Gaza tak lagi beroperasi menyusul habisnya dana bantuan bahan bakar. Sumber kantor berita Ma’an mengungkapkan, selama ini Qatar yang memberikan hibah bahan bakar untuk mengoperasikan pembangkit listrik.

Akibatnya, satu-satunya stasiun pembangkit listrik ?yang sudah rusak selama agresi Zionis musim panas lalu? masih kekurangan bahan bakar dan hanya mampu menyediakan listrik selama enam jam per hari.

Pada Juli lalu, Amnesti Internasional menyatakan bahwa “penargetan bangunan sipil yang melayani hajat hidup orang banyak” tidak bisa dibenarkan. Direktur Program Amnesti Timur Tengah dan Afrika Utara Philip Luther mengatakan, “Menyerang pembangkit listrik, yang memutus listrik dan mengalirnya air kepada 1,8 juta penduduk Gaza dan berbagai rumah sakit mengakibatkan bencana kemanusiaan dan patut dikategorikan sebagai kejahatan perang.”

Selama agresi 51 hari pada musim panas lalu, Zionis menghancurkan Jalur Gaza dari udara, darat, maupun laut. Lebih dari 2.310 warga Gaza tewas, dimana 70 persen merupakan warga sipil dan 10.626 orang terluka akibat agresi tersebut. Infrastruktur di daerah-daerah yang terkepung pun mengalami kerusakan parah, bahkan mencapai tingkat kategori pembinasaan. Saat kunjungannya ke Jalur Gaza 14 Oktober lalu, Sekjen PBB Ban Ki Moon menyebut kondisi yang ia lihat: “tak dapat dikatakan”.

Menurut PBB, lebih dari 96.000 rumah rusak atau hancur akibat perang terakhir, angka tersebut dua kali lebih besar dari perkiraan awal PBB. Mayoritas dari 110.000 warga Gaza yang tak memiliki rumah merupakan anak-anak.

Serangan Zionis menargetkan 13 rumah sakit umum, 17 rumah sakit non-pemerintah, termasuk Rumah Sakit Al Wafa yang benar-benar hancur, 23 pusat kesehatan pemerintah, empat dari jumlah tersebut benar-benar hancur, dan empat pusat kesehatan swasta, termasuk Klinik Khalil al-Wazir yang hancur seluruhnya. Zionis juga selalu menghalangi masuknya bahan-bahan bangunan ke Jalur Gaza.

Di bawah blokade Zionis pada udara, darat dan laut sejak tahun 2007, Jalur Gaza memiliki tujuh perlintasan perbatasan yang menghubungkan mereka dengan dunia luar. Enam di antaranya dikendalikan oleh Zionis, sementara yang ke tujuh, yakni Perlintasan Rafah dikendalikan oleh Mesir, yang belakangan ini menutupnya menyusul gelombang serangan di Sinai.

Selain itu, Gaza telah dipaksa untuk bergantung pada listrik ‘Israel’ sebagai hasil dari pengepungan, yang telah melumpuhkan produksi domestik dan kemampuan perbaikan.* (Al-Akhbar | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Sekolah di Skotlandia Ini Minta Maaf karena Buku PR Sebut Palestina ‘Teroris’
Lagi, Dua Nelayan Gaza Diserang oleh Angkatan Laut Zionis »