Inilah yang Dialami Petani Gaza: Terancam Mati Saat Memanen

12 May 2015, 21:48.
Foto: Middle East Monitor

Foto: Middle East Monitor

LONDON, Selasa (Middle East Monitor): Bothaina Al-Najjar (42) ketakutan dan bersikap waspada ketika memanen gandum dan jewawut di ladangnya. Ia bisa mendengar raungan tank Zionis hanya beberapa ratus meter dari kota Khuza’a, Jalur Gaza. Pada Jumat lalu, penembak jitu Zionis yang ditempatkan di wilayah utara perbatasan Gaza menembak seorang petani Palestina. Akibatnya, petani tersebut menderita luka parah.

Al-Najjar mengatakan pada reporter Anadolu Hani Al-Shaer, itulah yang mereka alami hampir setiap hari. Tank Zionis terlihat dari waktu ke waktu mengarahkan laras ke arah mereka selama wawancara berlangsung. Mereka juga merasakan bahwa mereka menjadi sasaran bidik penembak jitu Zionis.

Menggunakan pakaian tradisionalnya dan hampir tertutup oleh tanaman gandum, Al-Najjar mengatakan, “Saya datang ke ladang pada pagi hari dan mulai bekerja sangat cepat karena khawatir saya menjadi target serdadu Zionis.” Ia tidak tahu mengapa Zionis membidik warga Palestina di ladang mereka sendiri. “Kami warga sipil dan mereka sangat tahu bahwa kami tidak bersikap yang membahayakan mereka.” Al-Najjar menambahkan bahwa ia dan keluarganya telah berada di sana selama beberapa dekade.

Di dekat Al-Najjar, jurnalis Anadolu melihat pria tua berusia 70 tahun bersama dengan istri dan adiknya memanen hasil panen jewawut mereka. Mahmoud Qdeeh telah sampai di ladangnya pada pukul 9.30 pagi. Ketika jurnalis Anadolu mendekat untuk berbicara dengannya, suara tembakan terdengar, tembakan itu berasal dari perbatasan ‘Israel’.

Qdeeh mengabaikan tembakan, namun adiknya bersikeras bahwa ia harus pergi. Mereka mengumpulkan apa yang sudah mereka panen, menjejalkannya ke dalam kereta keledai dan melarikan diri.

Mengingat kembali masa mudanya, Al-Najjar mengatakan pada jurnalis Anadolu bahwa pada masa panen biasanya para petani menyiapkan makan besar dan mengundang tetangga mereka untuk makan bersama. “Namun, setelah tahun 2000, penjajah Zionis menghancurkan ratusan hektar lahan pertanian warga Palestina dan membuat hidup kami seperti neraka,” kata Al-Najjar.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Dari Hebron, Keffiyeh Palestina Bersaing Ketat dengan Buatan China
Perayaan Milad Massal ‘Bayi Tabung’ Tawanan Palestina »