Perjuangan Warga Palestina Agar Bisa Shalat di Masjidil Aqsha pada Bulan Ramadhan

21 June 2015, 15:09.
Banyak orang marah karena dilarang (lagi) mengunjungi Baitul Maqdis. Foto: Rich Wiles

Banyak orang marah karena dilarang (lagi) mengunjungi Baitul Maqdis. Foto: Rich Wiles

LONDON, Ahad (Middle East Monitor): Tak semua warga Palestina beruntung bisa memasuki Masjidil Aqsha. Masih banyak saudara kita yang belum bisa masuk ke tempat suci ketiga ummat Islam itu dan shalat di sana.

Ribuan warga Palestina menuju pos pemeriksaan Qalandiya dekat Ramallah karena mereka hendak mengunjungi Masjid al-Aqsha pada Jum’at pertama Ramadhan. Bis-bis dari penjuru Tepi Barat memenuhi jalan-jalan di sekitar pos pemeriksaan yang merupakan rute utama menuju Baitul Maqdis terjajah bagi warga Palestina yang tinggal di wilayah tersebut.

Menurut pernyataan resmi penjajah Zionis, semua pria yang berusia di atas 40 tahun akan dibolehkan melintas ke Baitul Maqdis untuk shalat Jum’at tanpa izin khusus. Begitupula halnya dengan para wanita dari berbagai usia yang merupakan penduduk Tepi Barat. Namun, kenyataannya berbeda. Banyak warga Palestina yang masih ditolak melintas menuju Baitul Maqdis dan Masjid al-Aqsha, termasuk mereka yang memegang kartu identitas sebagai penduduk ‘Israel’ (karena tinggal di wilayah yang dijajah ‘Israel’).

Terlepas dari diskusi izin kependudukan, tetap saja penting untuk diingat bahwa Timur Baitul Maqdis berdasarkan hukum internasional dianggap sebagai tanah terjajah dan pencaplokan Zionis atas wilayah itu tak diakui atau diterima secara internasional. Bebas dan tak dilarang masuk ke Baitul Maqdis merupakan hak fundamental bagi seluruh rakyat Palestina tanpa memandang gender, usia, agama ataupun kecenderungan politik mereka.

Sikap penjajah yang masih melarang warga Palestina melintas lewat Qalandiya dan berbagai pos pemeriksaan lainnya di Palestina terjajah untuk mencapai Baitul Maqdis dan Masjid al-Aqsha merupakan pelanggaran terhadap hak-hak rakyat Palestina.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)

Karena pos pemeriksaan untuk pria dan wanita dipisah, seorang ayah sedang memberi arahan pada keluarganya sebelum ia menuju pos khusus pria. Foto: Rich Wiles

Karena pos pemeriksaan untuk pria dan wanita dipisah, seorang ayah sedang memberi arahan pada keluarganya sebelum ia menuju pos khusus pria. Foto: Rich Wiles

Sejumlah besar Penjaga Perbatasan Zionis dan serdadu berjaga di berbagai pintu masuk pos pemeriksaan. Foto: Rich Wiles

Sejumlah besar Penjaga Perbatasan Zionis dan serdadu berjaga di berbagai pintu masuk pos pemeriksaan. Foto: Rich Wiles

Seorang wanita berdebat dengan serdadu Zionis karena ia tak diizinkan melintas lewat Qalandiya. Foto: Rich Wiles

Seorang wanita berdebat dengan serdadu Zionis karena ia tak diizinkan melintas lewat Qalandiya. Foto: Rich Wiles

Para lelaki Palestina berjalan menuju pos khusus pria di Qalandiya. Foto: Rich Wiles

Para lelaki Palestina berjalan menuju pos khusus pria di Qalandiya. Foto: Rich Wiles

Relawan dari Bulan Sabit Merah Palestina hadir untuk memberikan bantuan medis. Foto: Rich Wiles

Relawan dari Bulan Sabit Merah Palestina hadir untuk memberikan bantuan medis. Foto: Rich Wiles

Para lelaki Palestina yang ditolak melintas ke Baitul Maqdis duduk berbaris di tembok yang mengelilingi pos pemeriksaan. Foto: Rich Wiles

Para lelaki Palestina yang ditolak melintas ke Baitul Maqdis duduk berbaris di tembok yang mengelilingi pos pemeriksaan. Foto: Rich Wiles

Seorang lelaki sedang menunggu izin ke Baitul Maqdis untuk shalat Jum’at di Masjid al-Aqsha. Foto: Rich Wiles

Seorang lelaki sedang menunggu izin ke Baitul Maqdis untuk shalat Jum’at di Masjid al-Aqsha. Foto: Rich Wiles

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Warga Gaza Shalat di Tenda Karena Gagal Bangun Kembali Masjid yang Dihancurkan Zionis
Catatan Pilu Pengungsi Palestina Korban Perang Suriah »