Zionis Tembak Mati Muhammad Al-Kasbah Saat Hendak Shalat di Masjidil Aqsha
5 July 2015, 09:30.

Foto: MaanImages/Shadi Hatem
BAITUL MAQDIS, Ahad (AFP): Serdadu Zionis menembak mati seorang remaja Palestina di Tepi Barat, Jum’at (3/7) lalu karena dituduh melempar batu ke arah serdadu yang tengah berpatroli. Demikian ungkap sumber keamanan dan medis Palestina.
Muhammad al-Kasbah (17), tewas dengan dua peluru di kepala dan dada setelah dituduh melempar batu ke arah kendaraan militer Zionis di dekat pos pemeriksaan Qalandia, selatan Ramallah. Jurubicara tentara Zionis mengatakan serdadu melepaskan tembakan karena kendaraan mereka rusak.
“Serdadu memanggil tersangka untuk berhenti dan melepaskan tembakan peringatan ke udara. Ketika ia terus melemparkan batu dari jarak dekat dan sebagai respon atas bahaya yang mungkin terjadi serdadu menembak tersangka,” kata jurubicara kepada AFP. Situs berita Zionis, Haaretz, melaporkan bahwa seorang komandan Zionis, Israel Shomer, yang menembak remaja tersebut. Seorang pejabat Zionis di Pusat Komando mengatakan pada Haaretz bahwa komandan tersebut “melakukan apa yang harus dilakukan karena jiwanya terancam.”
Namun, para saksi mata mengatakan al-Kasbah meninggalkan rumahnya pagi-pagi sekali untuk menuju Masjid al-Aqsha di Baitul Maqdis dan ia ditembak saat coba memanjat tembok pemisah. Al-Kasbah ditembak sekitar pukul 7.30 pagi, kemudian sekelompok warga Palestina membawanya ke rumah sakit di Ramallah. Beberapa jam usai pembunuhan, Zionis menambah jumlah serdadu untuk dikerahkan di pos pemeriksaan.
Pos pemeriksaan Qalandia di selatan Ramallah merupakan pelintasan utama menuju Baitul Maqdis bagi warga Palestina yang ingin melakukan perjalanan dari Tepi Barat terjajah. Di tempat ini juga sering terjadi ketegangan antara serdadu Zionis dan warga Palestina.
Ribuan Orang Melayat
Ribuan warga Palestina menghadiri pemakaman Muhammad al-Kasbah. Iring-iringan pelayat berangkat dari Pusat Medis Palestina di Ramallah menuju rumah al-Kasbah di kamp pengungsi Qalandia, sebelum menguburkannya di pemakaman al-Shuhadaa.
Para pelayat menuntut balasan atas kejahatan Zionis terhadap warga Palestina dan kematian al-Kasbah. Al-Kasbah merupakan anak ketiga dalam keluarganya yang dibunuh oleh serdadu Zionis. Dua saudaranya juga dibunuh serdadu Zionis saat Intifada Kedua.
Koordinator Khusus PBB untuk Proses Perdamaian Timur Tengah Nickolay Mladenov mengecam penembakan oleh serdadu Zionis itu dalam sebuah pernyataan yang dirilis tak lama setelah pemakaman. Ia mendesak semua pihak yang terlibat dalam tindak kekerasan belakangan ini di wilayah tersebut untuk “menahan diri, tetap tenang, dan membawa para pelaku kekerasan untuk diadili.”
Menurut Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (UNOCHA), al-Kasbah merupakan warga Palestina ke-15 yang dibunuh serdadu Zionis di wilayah Palestina terjajah sejak awal tahun 2015, tiga dari mereka dibunuh pada bulan Juni. Awal tahun ini UNOCHA melaporkan, jumlah warga Palestina yang terbunuh di Jalur Gaza dan Tepi Barat oleh serdadu Zionis pada tahun 2014 merupakan yang terbanyak dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dengan kata lain, sejak wilayah Palestina jatuh di bawah penjajahan militer Zionis pada tahun 1967, jumlah korban tewas di dua wilayah itu pada tahun 2014 merupakan yang terbanyak.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Foto: MaanImages/Shadi Hatem

Foto: MaanImages/Shadi Hatem

Foto: MaanImages/Shadi Hatem
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
