Krisis Listrik, 90 Persen Pabrik di Gaza Terpaksa Tutup
30 July 2015, 08:39.

Foto: Middle East Monitor
LONDON, Kamis (Middle East Monitor): Federasi Umum Serikat Perdagangan Palestina di Jalur Gaza mengungkapkan, 90 persen pabrik-pabrik yang masih ada mungkin harus menghentikan produksi akibat keterbatasan bahan bakar. Dalam pernyataan pers, Serikat Perdagangan mengungkapkan bahwa tempat-tempat kerja dan pabrik-pabrik di Jalur Gaza kini beroperasi kurang dari 20 persen kapasitas mereka akibat krisis listrik. Kondisi ini menyebabkan kerugian besar di berbagai sektor ekonomi.
Krisis listrik juga memperburuk kondisi para pekerja dan meningkatkan angka kehilangan pekerjaan. Dalam pernyataan sebelumnya, Serikat Perdagangan menjelaskan bahwa perang di Jalur Gaza tahun lalu mengakibatkan angka kemiskinan di antara para pekerja naik 70 persen, dan angka kehilangan pekerjaan mencapai 60 persen.
Dalam konteks yang sama, Jaringan LSM Palestina memperingatkan kondisi kemanusiaan serius di Jalur Gaza akibat terus berlangsungnya pemadaman listrik. Jaringan LSM Palestina menambahkan bahwa keterbatasan listrik merupakan penyebab utama penutupan pabrik-pabrik. Selain itu, krisis listrik juga berdampak pada kesehatan, air dan sanitasi. Dengan demikian, hendaknya seluruh pihak berwenang di Palestina melaksanakan tanggung jawab moral dan hukum mereka demi menghentikan kondisi buruk ini dan mendesak pihak otoritas untuk menyediakan listrik yang dibutuhkan.
Sekarang ini, suplai listrik di Jalur Gaza setiap hari hanya enam jam. Di wilayah dengan populasi padat seperti di wilayah pantai, listrik malah mati bisa lebih dari 20 jam. Selama ini suplai listrik juga masih bergantung pada Mesir dan ‘Israel’. Jalur Gaza membutuhkan sekitar 400 megawatt listrik sehari, tapi kini hanya tersedia 212 megawatt. Dari jumlah tersebut, ‘Israel’ menyediakan sebanyak 120 megawatt dan Mesir 32 megawatt (terutama di Rafah), dan 60 megawatt disediakan oleh satu-satunya perusahaan listrik di Gaza.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
