Sesudah Bakar Bayi, Penjajah Zionis Larang Muslimin Masuk Masjidil Aqsha
1 August 2015, 19:05.

Foto: Middle East Monitor
BAITUL MAQDIS, Sabtu (Ma’an News Agency | Middle East Monitor): Petugas masjid menyatakan, polisi Zionis melarang warga Palestina masuk ke dalam Masjid al-Aqsha, usai insiden pembunuhan brutal seorang bayi Palestina di desa Duma, di dekat Tepi Barat terjajah. Azzam al-Khatib, Direktur Umum Urusan Wakaf dan Masjid al-Aqsha Baitul Maqdis mengatakan, polisi Zionis menambah jumlah pasukan keamanan di sekitar masjid, mengerahkan ratusan tentara di kawasan sekitar masjid, serta memasang penghalang jalan di pintu masuk masjid. Pria di bawah usia 50 tahun juga tidak diizinkan melaksanakan shalat Jum’at di Masjid al-Aqsha. Hanya pria di atas 50 tahun dan wanita yang diizinkan masuk masjid.
Polisi Zionis menutup sebagian besar gerbang menuju al-Aqsha, hanya Gerbang Al-Asbat, Gerbang Hatta, Gerbang Al-Majlis, dan Gerbang Al-Silsila yang dibuka. Penutupan terjadi di tengah ketakutan kerusuhan menyusul serangan pembakaran mematikan oleh para pemukim ilegal Yahudi di Tepi Barat yang menewaskan bayi berusia 18 bulan, Ali Saad Dawabsheh dan melukai orangtua dan kakak lelaki bayi tersebut.
Shalat di Jalanan

Foto: MaanImages
Akhirnya, ratusan warga Palestina melaksanakan shalat Jum’at di jalanan Baitul Maqdis dan di gerbang Kota Lama. Jamaah melaksanakan shalat berjamaah di seberang kawasan Wadi al-Juz dan Ras al-Amud, Gerbang Damaskus dan Jalan Salahuddin, serta Gerbang Maroko. Sementara jamaah lainnya shalat di gerbang Al-Aqsha.
Para syeikh dan khatib shalat Jum’at mengutuk serangan pembakaran Jum’at pagi yang menewaskan bayi 18 bulan, Ali Saad Dawabsheh. Khatib mengatakan bahwa tidak adanya tindakan dari Zionis dan hukuman pada mereka yang bertanggung jawab atas pembakaran dan pembunuhan Muhammad Abu Khdeir (16) tahun lalu, pembakaran tempat-tempat suci, dan properti warga Palestina mendorong terjadinya “kejahatan” tersebut.
Khatib juga mengutuk Zionis karena melarang warga Palestina masuk ke Masjid al-Aqsha. Di kawasan Bab Hatta, pasukan Zionis menangkap pemuda Palestina dan membawanya ke kantor polisi untuk diinterogasi. Saksi mata juga mengungkapkan, pasukan Zionis menyerang tenaga medis bernama Arin al-Zaanin di Gerbang al-Asbat.

Foto: MaanImages
Rakyat Harus Melawan
Terkait insiden pembakaran brutal yang menewaskan seorang bayi Palestina, gerakan perlawanan Hamas mengecam keras tindakan tersebut dan Zionis bertanggung jawab penuh atas serangan brutal itu. Menurut Hamas, pembunuhan terhadap Ali Saad Dawabsheh di desa Duma, Nablus menjadikan seluruh tentara Zionis dan pemukim ilegal Yahudi sasaran sah bagi Hamas.”
Juru bicara Hamas, Hussam Badran, meminta rakyat bertindak merespon pembunuhan tersebut dan menyatakan bahwa kejahatan Zionis hanya bisa dihentikan dengan “perlawanan menyeluruh dalam segala bentuknya.” Gerakan Jihad Islam juga mengutuk serangan tersebut dan menyatakan pemerintah Zionis bertanggung jawab karena melindungi para pemukim ilegal Yahudi yang melakukan tindakan terorisme. “Para pemukim ilegal Yahudi dan terorisme tentara Zionis akan dihadapi oleh warga Palestina yang pantang menyerah,” kata juru bicara Hamas.
Partai yang berkuasa di Tepi Barat, Fatah, menyebut pembunuhan bayi itu sebagai tindakan pengecut. Menurut Fatah, komunitas internasional, PBB dan Pengadilan Kriminal Internasional harus memilih antara pihak yang benar dan keadilan atau pihak yang melakukan aksi terorisme, dan kini ‘Israel’ harus bertanggung jawab.
Sementara itu, Komite Perlawanan Rakyat meminta dilakukannya “revolusi amarah” di seluruh kota, desa dan jalan-jalan di Palestina dan menyatakan bahwa Zionis hanya bisa dihentikan oleh kekuatan. Sedangkan Front Rakyat untuk Kebebasan Palestina (PFLP) meminta warga Palestina untuk meningkatkan perlawanan terhadap Zionis.
Desa warga Palestina di Nablus memang seringkali menjadi sasaran serangan penduduk permukiman ilegal Yahudi yang secara bertahap dari tahun ke tahun semakin meluas di bawah perlindungan pasukan bersenjata Zionis. Wilayah Nablus telah menjadi permukiman bagi sekitar 23.000 pemukim ekstremis Yahudi di wilayah Palestina.*(Ma’an News Agency | Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
