Ini Hari Kedua Penjajah Zionis Serbu Masjidil Aqsha
14 September 2015, 19:59.

Seorang pemuda Palestina dievakuasi karena terluka saat terjadi bentrokan antara warga Palestina dan pasukan Zionis di kompleks Masjid al-Aqsha, kemarin (13/9). Foto: AFP/Ahmad Gharabli
BAITUL MAQDIS, Senin (Ma’an News Agency): Pasukan penjajah Zionis dan warga Palestina kembali bentrok pagi (14/9) tadi di kompleks Masjidil Aqsha. Serdadu Zionis menembakkan granat kejut dan peluru karet ke arah jamaah Palestina. Penjajah mengklaim, hal itu mereka lakukan karena melihat pemuda bertopeng melarikan diri dari dalam masjid dan melempar batu ke arah serdadu. Penjajah juga masuk ke puncak kompleks masjid untuk memastikan bahwa pemuda Palestina tidak “mengganggu” kaum Yahudi atau turis saat jam-jam kunjungan di pagi hari.
Setidaknya tiga warga Palestina ditangkap dan seorang pria lansia menderita luka di matanya saat terjadi bentrokan dan sudah dibawa ke rumah sakit untuk dirawat. Seorang jurnalis AFP yang berada di luar gerbang menyaksikan seorang pengunjung Yahudi meninggalkan kompleks masjid dan berkelahi dengan pemuda Muslim. Dengan kembali terjadi bentrokan hari ini, berarti dua hari berturut-turut kompleks Masjidil Aqsha diserang penjajah Zionis.

MaanImages
Kemarin (13/9) pagi penjajah Zionis juga bentrok dengan warga Palestina di kompleks Masjid al-Aqsha, tepatnya beberapa jam sebelum dimulainya Tahun Baru Yahudi. Para saksi mata mengungkapkan pada Ma’an bahwa pasukan Zionis menyerbu kompleks Masjid al-Aqsha sesaat setelah shalat subuh, menembakkan peluru baja berlapis karet dan granat kejut sehingga mengakibatkan sejumlah jamaah terluka.

Seorang wanita Palestina menunjukkan peluru karet yang digunakan oleh perusuh Zionis di luar Kubah Shakhrah di Masjid al-Aqsa, Kota Lama Baitul Maqdis, kemarin. Foto: AFP/Ahmad Gharabli
Pasukan Zionis kemudian mengepung para jamaah di dalam Masjid al-Aqsha dan menutup pintu-pintu dengan “rantai dan balok” sebelum menembakkan peluru berlapis karet di dalam masjid. Untuk mencari pembenaran atas perbuatan mereka, penjajah Zionis mengatakan bahwa para “perusuh” telah membarikade diri mereka sendiri di dalam masjid malam sebelumnya dengan tujuan mengganggu kunjungan orang-orang Yahudi ke tempat suci itu menjelang dimulainya perayaan Tahun Baru pada Ahad petang. Selain lusinan pemuda yang bermalam di kompleks masjid, pasukan Zionis juga menolak seluruh jamaah masuk masjid, kecuali sejumlah kecil pria di atas usia 50 tahun.
Juru bicara penjajah Zionis Micky Rosenfeld mengatakan pada Ma’an, pasukan Zionis memasuki kompleks masjid pada pukul 6.30 pagi untuk menghadapi “gangguan” di dalam kompleks karena sejumlah warga Palestina melemparkan api dan mercon ke arah pasukan. Kemudian, penjajah menutup pintu gerbang utama masjid. Zionis mengklaim menemukan sejumlah bom pipa di kompleks masjid saat melakukan razia. Rosenfeld yakin bom itu akan digunakan saat para pengunjung Yahudi memasuki area tersebut pagi itu.
Sesuai jadwal, kompleks masjid dibuka bagi para pengunjung pukul delapan pagi dan lebih dari 30 orang Yahudi garis keras mengelilingi kompleks termasuk Menteri Pertanian Uri Ariel, dengan pengawalan ketat pasukan Zionis. Pasukan Zionis menyatakan tak ada yang tertangkap dan terluka saat terjadi bentrokan. Padahal, para saksi mata Palestina menyatakan sejumlah orang terluka. Jurnalis AFP melihat sejumlah orang ditangkap dan pasukan penjajah menyebar ke penjuru Kota Lama.

Ketika terjadi bentrokan dengan warga Palestina, pasukan keamanan Zionis menghalangi jalan menuju Al-Aqsha di Kota Lama. Foto: AFP/Ahmad Gharabli
Seorang pemuda Palestina bernama Anas Siyam dievakuasi ke rumah sakit setelah tertembak peluru baja berlapis karet di bagian dada. Kondisinya kini belum diketahui. Para saksi mata mengungkapkan bahwa serdadu Zionis juga menyerang para karyawan Kementerian Wakaf Palestina, termasuk direktur kompleks masjid Syeikh Omar al-Kiswani.
Meski jelas-jelas kompleks Masjid al-Aqsha merupakan tempat suci ummat Islam, namun kaum Yahudi mengakuinya pula sebagai tempat suci mereka. Kaum Yahudi percaya bahwa di sana pernah berdiri Kuil Pertama dan Kedua. Setelah Zionis menjajah Timur Baitul Maqdis pada tahun 1967, Zionis telah membuat kesepakatan dengan lembaga wakaf Islam yang memegang kontrol atas kompleks al-Aqsha untuk tidak mengizinkan non-Muslim beribadah di area tersebut. Kaum Yahudi diperbolehkan melakukan ritual di area Tembok Barat. Namun, pasukan Zionis tetap saja mengawal para pengunjung Yahudi untuk memasuki kompleks masjid. Hal itulah yang menyulut kemarahan jamaah Muslim.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)

Warga Palestina membersihkan puing-puing di dalam Masjid al-Aqsha di Baitul Maqdis Kota Lama usai terjadi bentrokan di kompleks masjid antara warga Palestina dan penjajah Zionis, kemarin. Foto: AFP/Ahmad Gharabli

Seorang warga Palestina memegang karpet yang terbakar saat terjadi bentrokan di kompleks masjid. Foto: AFP/Ahmad Gharabli
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
