‘Israelisasi’ Sekolah-sekolah Palestina
19 August 2016, 18:48.

Awal tahun ini, Menteri Pendidikan ‘Israel’ Naftali Bennett mulai membujuk sekolah-sekolah di Timur Baitul Maqdis dengan janji akan memberikan dana bantuan tambahan jika mereka mengadopsi kurikulum ‘Israel’. Dengan tegas Bennett menyatakan, “Kebijakan saya jelas. Saya ingin menyokong proses ‘Israelisasi’.” Foto: MEMO
LONDON, Jum’at (Middle East Monitor): Menghapuskan Palestina dari benak warga Palestina merupakan obsesi ‘Israel’. Namun, menghapus memori warga Palestina, terbukti mustahil bagi ‘Israel’. Karena itulah, penjajah Zionis melakukan upaya-upaya pembaharuan demi mempromosikan kisah penjajahan di sekolah-sekolah.
Menurut Palestine News Network, otoritas ‘Israel’ mendistribusikan buku-buku ke sekolah-sekolah di Timur Baitul Maqdis terjajah setelah lebih dulu menghapus referensi-referensi ayat-ayat Quran, literatur yang berkenaan dengan perlawanan rakyat Palestina, peta, bendera dan lagu kebangsaan Palestina, serta keterkaitannya dengan Masjidil Aqsha. Ini merupakan upaya serangan terhadap memori kolektif yang dibenarkan dengan klaim bahwa buku-buku teks pendidikan Palestina itu “menganjurkan kekerasan”.
Awal tahun ini, Menteri Pendidikan ‘Israel’ Naftali Bennett mulai membujuk sekolah-sekolah di Timur Baitul Maqdis dengan iming-iming akan memberikan dana bantuan tambahan jika sekolah tersebut mengadopsi kurikulum ‘Israel’. Saat wawancara dengan televisi ‘Israel’ Channel 10, Bennett menyatakan, “Kebijakan saya jelas. Saya ingin menyokong proses ‘Israelisasi’.”
Dalam warta lain yang diberitakan kantor berita Ma’an, Sekolah Khan Al-Ahmar di Tepi Barat terjajah telah ditutup. Sekolah untuk masyarakat Badui itu dibangun pada 2009 oleh organisasi bantuan Italia dan menjadi target penggusuran hanya sebulan setelah selesai dibangun. Sumber-sumber daya yang didonasikan ke sekolah oleh pemerintah Italia juga telah dihancurkan.
Penaklukan adalah apa yang Bennett dan ‘Israel’ tuju. ‘Israel’ berupaya mengosongkan wilayah dan memori rakyat Palestina melalui perampasan, kekerasan, perluasan dan penghancuran. Taktik-taktik tersebut dilakukan terkait perluasan geofisika yang melibatkan internasional dan militer ‘Israel’. Perluasan permukiman ilegal Yahudi dan pemindahan paksa warga Palestina masih menjadi senjata terbaik ‘Israel’ untuk melanggengkan penjajahan.
Salah satu sasaran serangan militer ‘Israel’ atas Gaza yang dikenal dengan operasi Protective Edge pada tahun 2014 jelas untuk menimbulkan kerusakan sebanyak mungkin terhadap infrastruktur pendidikan. Sejumlah universitas dan sekolah-sekolah menjadi target karena penjajah ingin menghancurkan pendidikan. Dengan hancurnya infrastruktur, penjajah berharap generasi muda Palestina tidak akan mampu melanjutkan pendidikan yang berperan membangun dasar-dasar yang dibutuhkan masyarakat dan otonomi Palestina.* (Middle East Monitor | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
