Video Pembunuhan Warga Umm Al-Hiran Beredar, Penjajah Belum Juga Kembalikan Jenazahnya
21 January 2017, 22:20.

Foto: Ma’an News Agency
NEGEV, Sabtu (Ma’an News Agency): Video yang merekam pembunuhan warga Umm al-Hiran, Yaqoub Abu al-Qian, yang ditembak mati petugas keamanan Zionis Rabu (18/1) lalu beredar. Hingga kini keluarganya masih menunggu jenazahnya dikembalikan. Video yang direkam seorang warga desa Badui Umm al-Hiran itu menunjukkan saat al-Qian ditembak, puluhan suara tembakan terdengar.
Petugas keamanan Zionis menuduh guru matematika itu sengaja menabrakkan mobilnya ke arah petugas keamanan Zionis sehingga menewaskan Erez Levi (34). Namun, sejumlah saksi mata membantah versi penjajah itu. Mereka mengatakan bahwa para petugas keamanan Zionis menembaki Abu al-Qian –meskipun ia tidak bersikap mengancam– sehingga mengakibatkan ia kehilangan kendali atas kendaraannya dan berakibat fatal menabrak Levi.
Sementara itu rekaman yang dipublikasikan surat kabar ‘Israel’ Haaretz pada Rabu lalu memperlihatkan sebuah helikopter melayang-layang di atas tempat kejadian. Dalam video nampak para petugas keamanan Zionis menembaki al-Qian saat ia tengah berkendara dalam kecepatan sangat lambat, dan hanya beberapa detik setelah mobilnya ditembak barulah melaju cepat, kemudian menabrak petugas keamanan Zionis.
Laporan otopsi Abu al-Qian yang dirilis kemarin (20/1) merinci bahwa guru matematika yang dihormati itu tewas oleh dua peluru, peluru pertama mengenai lutut kanannya, dan yang ke dua berada di arteri utama di area dada, kemudian ia dibiarkan kehabisan darah hingga meninggal dunia.
Stasiun TV ‘Israel’ Channel 10 memberitakan bahwa cedera lutut Abu al-Qian yang menyebabkan percepatan laju kendaraannya setelah kakinya menekan pedal gas, dan ia juga kehilangan banyak darah yang membuatnya mustahil untuk diselamatkan. Meskipun demikian, mereka memberitakan bahwa ia dibiarkan kehabisan darah selama satu setengah jam karena ambulans dilarang memberikan pertolongan pertama padanya.
Para saksi mata mengatakan pada Ma’an bahwa petugas keamanan Zionis menarik Abu al-Qian yang terluka dari kendaraannya, kemudian menembaknya lagi untuk memastikan ia benar-benar tewas. Namun, pernyataan tersebut berlawanan dengan laporan otopsi yang menyatakan ia kehabisan darah sehingga meninggal dunia.
Sementara itu, perihal pengembalian jenazah Abu al-Qian, penjajah mengajukan syarat-syarat yang kemudian ditolak keluarga Abu al-Qian. Penjajah Zionis menolak melepaskan jenazahnya kecuali jika keluarga setuju untuk membatasi orang yang hadir di pemakaman menjadi 50 orang, pemakaman dilakukan pada malam hari, dan membawa jenazahnya dari rumah ibundanya di desa Hura, bukan di reruntuhan rumahnya di Umm al-Hiran. Rumah Abu al-Qian telah dihancurkan dalam operasi pembongkaran yang dilakukan penjajah di desa tersebut segera setelah bentrokan sengit terjadi Rabu lalu.
Pihak keluarga terus menolak syarat-syarat itu, meski penjajah Zionis berupaya keras menekan keluarga agar menerimanya. Kamis lalu, keluarga Abu al-Qian menuntut penyelidikan atas kematiannya, karena pernyataan saksi mata dan video yang dipublikasikan Haaretz bertentangan dengan klaim petugas keamanan Zionis.* (Ma’an News Agency | Sahabat Al-Aqsha)
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.
