Kecam Permukiman Ilegal, Jerman Batalkan Pertemuan dengan ‘Israel’

14 February 2017, 16:53.
Foto: Shehab News Agency

Foto: Shehab News Agency

PALESTINA TERJAJAH, Selasa (Shehab News Agency | PIP): Surat kabar Haaretz kemarin (13/2) memberitakan bahwa Jerman membatalkan pertemuan tingkat tinggi dengan ‘Israel’ yang dijadwalkan berlangsung di Baitul Maqdis terjajah 10 Maret mendatang. Haaretz menyebutkan, salah satu penyebab pembatalan tersebut adalah Berlin tidak menyetujui keputusan yang diambil Knesset terkait permukiman ilegal Yahudi.

Pemerintah Jerman dalam hal ini akan mengecam baik secara terang-terangan maupun diplomatis sebagai bentuk penolakan terhadap UU tersebut. Demikian kata salah seorang pejabat tinggi Jerman sebagaimana dikutip Haaretz.

Senin lalu, Knesset menyetujui pembacaan undang-undang ke dua dan ke tiga pada UU penyelesaian permukiman dimana puluhan koloni permukiman ilegal yang terletak di wilayah Palestina dan mempunyai kepemilikian khusus di Tepi Barat dilegalkan. UU itu melegalkan penggusuran tanah Palestina untuk kepentingan pembangunan permukiman ilegal Yahudi.

Padahal, akhir Desember lalu DK PBB mengeluarkan resolusi yang berisi penegasan bahwa penjajah ‘Israel’ harus menghentikan seluruh aktivitas permukiman ilegal Yahudi di wilayah Palestina terjajah, termasuk Timur Baitul Maqdis. DK PBB juga menekankan bahwa pembangunan permukiman-permukiman ilegal Yahudi oleh ‘Israel’ tidak memiliki keabsahan hukum dan merupakan pelanggaran serius terhadap hukum internasional.* (Shehab News Agency | PIP/Dul)

 

 

Update Kabar Al-Aqsha dan Palestina via Twitter @sahabatalaqsha
Berikan Infaq terbaik Anda. Klik di sini.


Posting ini berada dalam kategori : Kabar Al-Aqsha & Palestina

« Komite Kementerian ‘Israel’ Setujui RUU Larangan Adzan yang Baru
Mufti Baitul Maqdis Kecam ‘Israel’ atas Larangan Adzan »